Mahasiswa UI Bubarkan Diri, Janji Bakal Demo di Bundaran HI Lagi

Istimewa
Massa mahasiswa dari UI membubarkan diri dari titik aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) malam.

JAKARTA (wartadigital.id) –  Massa mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) membubarkan diri dari titik aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) malam. Rombongan dari UI memutuskan mundur sekitar pukul 18.30 WIB.

Setelahnya, barisan aksi paling depan diambil alih massa dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Pancasila, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, dan Universitas Negeri Jakarta.

Bacaan Lainnya

Meski memilih mundur untuk sementara waktu, mereka berjanji akan kembali menggelar demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Yatalathof Imawan, menegaskan bahwa pembubaran massa aksi pada hari ini bukanlah akhir dari pergerakan, melainkan langkah awal untuk menyiapkan aksi yang lebih masif. “Kali ini kita membubarkan diri dulu. Tapi ingat, ini bukan kali terakhir, justru ini langkah pertama kita,” ujar Athof dalam orasinya sebelum membubarkan diri, Jumat malam.

Ia menyerukan kepada seluruh peserta aksi untuk menjaga kondisi dan merapatkan barisan kembali usai unjuk rasa hari ini.

Nantinya, aksi mahasiswa UI tak akan lagi menyasar gedung-gedung pemerintahan seperti Gedung DPR/MPR RI ataupun Istana Negara, tetapi di titik pusat perekonomian Jakarta. “Setelah ini, jaga diri kita, kita kumpulkan energi lagi agar kita membuat gerakan yang lebih besar lagi. Membubarkan diri untuk kita konsolidasi lagi, untuk kemudian nanti kita kembali ke Bundaran HI lagi,” tegasnya.

Jalannya aksi demonstrasi mereka memang sempat diwarnai penghadangan oleh aparat penegak hukum. Meski demikian, ia memastikan mahasiswa tidak akan gentar dan akan terus kembali memberikan tekanan kepada pemerintah jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Ketua BEM UI itu menyoroti kondisi negara yang menurutnya sedang terpuruk. Ia mengkritik sikap pemerintah yang dinilai anti kritik dan enggan bertanggung jawab atas krisis yang terjadi. “(Kondisi saat ini) jelas mengarah pada Indonesia bangkrut, bangkrut ekonomi dan bangkrut moralnya. Kritik berbasis data diabaikan, sementara pemerintah lebih sering memilih mengelak daripada bertanggung jawab,” kata Athof.

Minta Maaf ke Warga Jakarta

Sebelum meninggalkan lokasi aksi, Athof menyampaikan permohonan maaf kepada warga ibukota yang aktivitasnya terganggu dengan adanya demo maupun kemacetan yang ditimbulkan. “Tapi ketahuilah, kemacetan ini hanya beberapa jam. Sementara kemacetan ekonomi di Indonesia, kemacetan lapangan kerja sudah berlangsung bertahun-tahun dan justru semakin memburuk,” ujar Athof.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk berani memyuarakan pendapat dan turun ke jalan. “Atas kegagalan ini, rakyat menyatakan muak dengan kepemimpinan Prabowo-Gibran yang sudah jelas gagal, dan (kami) mengajak masyarakat untuk turun ke jalan, untuk sadar memperjuangkan hak-hak kita,” tutupnya. kpc

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima poin tuntutan sebagai berikut:

  1. Stop pemborosan APBN.
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  3. Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  4. Hentikan militerisme di ranah sipil.
  5. Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Pos terkait