Dorong Petani Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Bupati Marhaen Buka Pelatihan Budidaya Tembakau

Pelatihan Budidaya Tembakau dan Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang dibuka Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Selasa (30/6/2026)

NGANJUK (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas hasil pertanian tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Tembakau dan Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang secara resmi dibuka oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Selasa (30/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan tembakau berkualitas sekaligus menerapkan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menegaskan, pemanfaatan DBHCHT harus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi para petani sebagai pelaku utama sektor pertembakauan.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan teknik budidaya sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP), tetapi juga membekali petani dengan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

“PHT bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia serta meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola agroekosistem secara berkelanjutan,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi dengan para narasumber, serta mampu membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani lainnya di wilayah masing-masing.

Selain itu, Kang Marhaen juga menekankan pentingnya sinergi antara petani dan penyuluh pertanian, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penanganan pascapanen agar kualitas hasil tembakau Kabupaten Nganjuk semakin meningkat.

Mengakhiri sambutannya, Kang Marhaen turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Krida Pertanian Tahun 2026 sekaligus mengajak seluruh insan pertanian untuk terus berinovasi.

“Selamat Hari Krida Pertanian Tahun 2026. Semoga pertanian Nganjuk semakin maju, mandiri, berkelanjutan, dan petani semakin sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, dalam laporannya menjelaskan, pelatihan diikuti sebanyak 180 petani yang berasal dari empat kecamatan sentra tembakau, yakni Kecamatan Ngluyu, Gondang, Lengkong, dan Jatikalen.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga hingga empat kali pertemuan dengan metode praktik langsung di lapangan serta analisis agroekosistem di dalam kelas. Materi yang diberikan meliputi teknik budidaya tembakau ramah lingkungan, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga penanganan pascapanen.

Untuk memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga menghadirkan narasumber dari Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, yang memberikan materi mengenai strategi antisipasi dampak perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman tembakau.

Ida berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tembakau di Kabupaten Nganjuk sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Gondang beserta jajaran Forkopimcam yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan itu.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap para petani semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi budidaya, mampu menerapkan sistem pertanian berkelanjutan, serta menghasilkan komoditas tembakau yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi di pasar. juk

Pos terkait