
SURABAYA (wartadigital.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) kembali menggelar program internasional Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026 pada 29 Juli hingga 4 Agustus 2026.
Tahun ini kegiatan tahunan yang digelar sejak 2022 melibatkan 119 peserta dari 5 negara yakni Malaysia, China, Hong Kong, Perancis, Pakistan. Rangkaian kegiatan tahun ini difokuskan dengan menggabungkan coursework, riset teknologi, pengabdian masyarakat, dan pertukaran budaya.
Pembukaan SEGTA dilakukan Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE, MSi, MFin di Plaza Unair, Kamis.(30//7/2026).
Usai membuka kegiatan, Prof Madyan memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi mewujudkan terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya berterima kasih dan mengapresiasi dengan tulus kepada FTMM UNAIR, mitra nasional kami, dan semua orang yang telah berkontribusi untuk mewujudkan salah satu program unggulan internasional UNAIR, SEGTA 2026 yang sudah diadakan sejak 2022 atau tahun ini memasuki tahun kelima,” tutur Prof Madyan.
Dikatakan Prof Madyan kegiatan SEGTA ini juga berperan dalam branding FTMM sebagai institusi akademik yang kompeten dan inovatif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan memperluas jejaring kerjasama dengan kolega akademisi dan praktisi di dalam dan luar negeri, FTMM tidak hanya memperkuat eksistensinya sebagai fakultas unggulan tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan visi global Universitas Airlangga sebagai institusi kelas dunia.

Dekan FTMM UNAIR, Prof. Dr. Retna Apsari, MSi mengungkapkan dalam semangat keberlanjutan yang menjadi salah satu nilai inti program pengabdian kepada masyarakat internasional SEGTA, FTMM UNAIR berkomitmen untuk tidak hanya memulai inisiatif baru, tetapi juga memastikan keberlangsungan program-program yang telah dijalankan sebelumnya.
Oleh karena itu, 6 kegiatan Community Development yang telah berhasil diinisiasi pada tahun lalu akan dilanjutkan dan dikembangkan lebih jauh pada tahun ini.
“Kesinambungan ini mencerminkan kesungguhan FTMM dalam membangun dampak jangka panjang yang terukur di komunitas sasaran, bukan sekadar intervensi sesaat yang berhenti setelah program berakhir,” katanya.
Tahun ini ada yang beda dari pelaksanaan SEGTA sebelumnya, yakni implememtasi 2 produk dari City University of Hong Kong dan Unimap ( Universiti Malaysia Perlis). Kedua universitas membawa dua materi Pengmas yang akan diimplementasikan di SD Marengan Daya 1 Sumenep dan SDN Kertasada Kalianget. Yang dari Unimap Malaysia terkait pendidikan games untuk menunjang pembelajaran di level SD. Sedangkan City University of Hong Kong mengimplementasikan produk cooling paint hasil penelitian mereka untuk warga di Pulau Gili Iyang. Diharapkan penggunaan cat ini bisa meredam suhu sehingga mengurangi panas ruangan.
Prof Retna menegaskan bahwa SEGTA bukan sekadar program tahunan, melainkan bagian dari misi UNAIR untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) seperti energi bersih, kualitas edukasi, infrastruktur berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, air bersih dan sanitasi, pertumbuhan ekonomi, perubahan iklim hingga kemitraan global.
Dalam rangkaian pembukaan SEGTA 2026 juga dilakukan penandatanganan implementation agreement antara FTMM UNAIR dengan Institute of Nano Electronic Engineering Unimap. Sejak penandatanganan ini akan semakin meningkatkan kerjasama global yang meliputi staff mobility dan community development antara kedua institusi. nti





