
JAKARTA (wartadigital.id) – Ongkos penerbangan haji Tahun 2026 dipastikan mengalami lonjakan signifikan akibat perang di Timur Tengah.
Beberapa maskapai bahkan telah mengoreksi harga tiket penerbangan haji yang ditawarkan sebelum eskalasi antara Iran vs Amerika dan Israel terjadi.
Maskapai Garuda, misalnya, melalui surat nomor Garuda/Jakarta DZ/ 20181-2026 yang ditujukan kepada Menteri Haji dan Umrah RI mengusulkan tambahan Rp 7,9 juta per jemaah pada harga avtur USD 116 per liter.
Sementara itu Saudi Airlines melalui surat nomor 11732247/11501-April 2026 mengusulkan tambahan sebesar USD 480 per jemaah (Rp 8,1 juta).
Ketua Umum (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji) Himpuh, Muhammad Firman Taufik, menghimbau agar setiap Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) memersiapkan diri menghadapi kemungkinan lonjakan biaya penerbangan ini.
“Apabila meskapai menaikkan harga tiket, kita semua harus siapkan langkah-langkah mitigasinya,” ujar Firman dalam kegiatan Halal Bihalal Himpuh, Selasa (7/4/2026) di Jakarta.
Berdasarkan data, jumlah jemaah haji khusus Anggota Himpuh yang menggunakan penerbangan direct (langsung) mencapai 3.452 dengan rincian Garuda Indonesia 788 jemaah dan Saudia Airlines 2.664.
Adapun yang menggunakan penerbangan non direct sebanyak 2.025 dengan rincian; Emirates 271, Etihad Airways 243, Oman Air 660, Qatar Airways 360, Malaysia Airlines 44, dan Scoot Air 447. khu





