wartadigital.id
Sport

Dukungan BUMN Bikin Olahraga Indonesia Semakin Moncer

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir Kementerian BUMN aktif mendukung kegiatan olahraga Indonesia.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Dukungan yang diberikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap aktivitas olahraga, membuat moncer sejumlah cabang olahraga di Indonesia.

Diperlukan dukungan banyak pihak untuk memajukan olahraga di Tanah Air, khususnya dukungan dari pemerintah dalam hal ini perusahaan di bawah (BUMN).

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir Kementerian BUMN memang aktif mendukung kegiatan olahraga Indonesia. Sepak bola mendapat dukungan dari BRI, bulu tangkis didukung BNI, bola basket disupport Bank Mandiri,  bola voli didukung PLN dan angkat besi didukung Pupuk Indonesia.

Sepak bola sebagai Cabor paling digemari di Tanah Air. Sangat terlihat kemajuannya khususnya prestasi Timnas, baik di kelompok senior maupun U-23. Timnas senior selangkah lagi lolos fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Di kelompok umur U-23, setelah tahun lalu sukses meraih emas SEA Games 2023 di Myanmar. Kini sedang menatap Olimpiade 2024 Paris. Sebagai tim debutan di Piala Asia U-23 AFC tahun 2024, tim asuhan Shin Tae-yong mampu finish di posisi empat besar.

Bulu tangkis para pemain terbaik Indonesia mulai menunjukkan prestasi menjanjikan. Dengan tulisan BNI di dada, Jonatan Christie dkk terus mencetak prestasi gemilang di turnamen internasional.

Terkini, Tim Thomas dan Tim Uber Indonesia mampu melaju ke babak final Piala Thomas dan Uber 2024. Gregoria Mariska Tunjung dkk lolos ke final usai mengalahkan Korea Selatan 3-2. Sedangkan Tim Thomas melibas China Taipei dengan skor meyakinkan 3-0. Keduanya akan menantang tuan rumah China di laga puncak yang digelar besok.

Bola basket setelah sukses menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. Atmosfer kompetisi basket di Indonesia semakin meriah. Secara prestasi juga terbilang wah. Dimana Pelita Jaya Jakarta mampu lolos ke Basketball Champions League Asia, yang baru pertama kali digelar oleh FIBA ini.

Tidak itu saja, FIBA selaku federasi basket internasional juga akan membuka kantornya di Jakarta Indonesia. Menyusul apa yang sudah dilakukan oleh FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia

Cabang Bola Voli tak mau kalah, saat ini Liga Voli tertinggi di tanah air Proliga 2024, sedang digelar. Sejumlah pemain top dunia terlibat dalam ajang yang disponsori oleh PLN ini.

Sebelum Proliga 2024 digelar, klub Voli ternama dari Korea Selatan JungKwanJang Red Sparks yang diperkuat bintang Voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi sukses menghibur penggemar voli yang memadati Indonesia Arena GBK Senayan.

Cabang olahraga lainnya yakni Angkat Besi yang mendapat dukungan dari Pupuk Indonesia juga sukses meloloskan atletnya ke Olimpiade 2024 Paris. Serta sukses melakukan regenerasi dengan menggelar kejurnas angkat besi.

Pada dasarnya, dukungan dari BUMN sebagai bapak asuh olahraga nasional begitu penting. Pengamat Bulu Tangkis Indonesia Daryadi menjelaskan, di era industri olahraga, sponsor menjadi salah satu faktor penentu dalam prestasi sebuah tim cabang olahraga. “Penting banget, karena olahraga sudah jadi industri. Dengan begini, harus ada investasi yang ujungnya atau tuntutannya prestasi. Jadi, jangan berharap ada prestasi jika tak ada investasi. BUMN atau swasta harus berperan, artinya ada campur tangan pihak ketiga untuk mengangkat prestasi olahraga nasional, bukan cuma bulu tangkis atau sepak bola, tapi semua cabang olahraga,” kata Daryadi.

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Nilmaizar, juga menggelorakan hal serupa. Nil yang pernah membesut Semen Padang, merasa kehadiran BUMN di segala sektor olahraga sangat penting. Ketika menangani Semen Padang, Nil merasakan betul bantuan BUMN terhadap timnya. “Sangat perlu. Jadi, bicara seberapa jauh dibutuhkan, sangat diperlukan. Luar biasa jika BUMN mendukung sepak bola Indonesia, bulu tangkis, dan olahraga nasional lainnya. Sebab, ini kan sudah masuk era industri,” ujar Nil.  nti

Related posts

Surat Turun, Indonesia Dipastikan Tak Dapat Sanksi dari FIFA

redaksiWD

Liga 1: Perasaan David Da Silva Kehilangan Alberto dan Beltrame

Playoff Olimpiade: Dua Penalti Kontroversial, Indonesia Kalah dari Guinea