
JAKARTA (wartadigital.id) – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI telah menetapkan dua maskapai resmi yang akan melayani penerbangan jemaah haji Indonesia Tahun 2026 atau 1447 H. Kedua maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @kemenhaj.ri, yang juga memuat rincian pembagian embarkasi keberangkatan dan kepulangan jemaah di seluruh Indonesia.
Maskapai Garuda Indonesia akan mengangkut sekitar 102.502 jemaah dari 11 embarkasi, meliputi: Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Banten, Surakarta, Jogjakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Sementara itu, Saudi Airlines akan melayani sekitar 101.860 jemaah dari 6 embarkasi, yaitu:
Batam, Palembang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Kertajati atau Indramayu, serta Surabaya.
Secara total, ada 204.362 jemaah dan petugas kloter yang akan diterbangkan menuju Tanah Suci. Pemberangkatan dilakukan melalui 14 bandara embarkasi dan debarkasi haji di seluruh Indonesia.
Seluruh penerbangan dijadwalkan berlangsung dalam 30 hari masa operasional, dengan penataan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang terintegrasi antara dua maskapai tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelayanan penerbangan haji yang efisien, aman, dan tepat waktu, demi kelancaran perjalanan ibadah jemaah Indonesia ke Tanah Suci. khu, jak





