
SURABAYA (wartadigital.id) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan Satgas Pasti Jatim memperkuat benteng pelindungan masyarakat dari ancaman kejahatan finansial.
Langkah taktis ini diwujudkan dengan membekali ribuan guru SMA se-Jawa Timur literasi keuangan. Hal ini mengingat Jatim menjadi salah satu wilayah dengan angka laporan penipuan tertinggi secara nasional.
Pencegahan itu dikemas lewat acara edukasi bertema “Guru Cerdas Finansial: Bijak Kelola Keuangan, Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal” yang dibuka secara daring oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Senin (3/8/2026).
Mewakili Kepala OJK Provinsi Jatim, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jatim, Horas VM Tarihoran, menegaskan, penindakan hukum saja tidak cukup untuk meredam maraknya kejahatan finansial.
“Pelindungan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Upaya tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan agar masyarakat memiliki kemampuan memahami manfaat dan risiko produk serta layanan jasa keuangan, mengambil keputusan keuangan secara bijak, serta mampu mengenali dan menghindari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal,” ujar Horas.
Urgensi itu beralasan kuat. Berdasarkan data hingga 30 Juni 2026, Sistem Informasi Pelaksanaan Tugas Satgas Pasti (SiPasti) telah mencatat 22.206 pengaduan aktivitas keuangan ilegal.
Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) merekam lebih dari 608 ribu laporan penipuan, dengan Jawa Timur menempati urutan atas penyumbang kasus.
Menurut Horas, guru memegang posisi kunci sebagai agen perubahan (multiplier effect). Ruang kelas bukan sekadar tempat transfer ilmu akademik, melainkan garda terdepan membangun karakter finansial generasi muda sejak dini.
“Guru merupakan agen literasi yang memiliki peran penting dalam membangun generasi yang cerdas finansial. Pengetahuan yang dimiliki guru akan memberikan dampak yang luas karena dapat diteruskan kepada peserta didik, keluarga, hingga masyarakat. Penguatan kapasitas guru menjadi salah satu investasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko di sektor jasa keuangan,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menekankan, guru adalah pilar vital di tengah pesatnya era digitalisasi finansial. Literasi keuangan menjadi perisai mutlak agar warga mampu mengelola uang secara rasional sekaligus terhindar dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online ilegal.
Guna memperkuat materi di lapangan, dihadirkan pula Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Jatim, Wahyu Puspitaningrum, serta Cyber Security Researcher sekaligus Founder Hacker Room Indonesia, Endin Jorgy. Keduanya membekali para pendidik dengan strategi pengelolaan keuangan yang sehat serta kepekaan mengantisipasi ancaman siber dan scam digital.
Dalam acara itu, dilakukan penyematan simbolis Agen Literasi Keuangan kepada dua perwakilan guru oleh Horas VM Tarihoran dan Aries Agung Paewai. edt, *





