
WASHINGTON (wartadigital.id) – Serangan udara militer Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran gagal menghancurkan program nuklir negara itu. Dampak dari serangan itu hanya memperlambat program nuklir Iran selama beberapa bulan. Sumber pejabat AS yang mendapat pengarahan dari komunitas intelijen AS, mengatakan kepada CNN, serangan itu tidak menghancurkan komponen inti program nuklir Iran. Meski demikian analisis yang dilakukan Badan Intelijen Pertahanan AS masih berlangsung.
Dua orang sumber pejabat AS lainnya mengatakan, persediaan uranium Iran yang telah diperkaya tidak hancur. Bahkan sebagian besar sentrifus, alat pengayaan uranium, di fasilitas yang terkena serangan masih utuh. Namun Gedung Putih membantah laporan yang juga diangkat beberapa media AS lainnya itu, seperti New York Times dan Wall Street Journal. “Penilaian yang disampaikan itu salah besar. Itu bisa diklasifikasikan sebagai rahasia tingkat tinggi tapi dibocorkan kepada CNN oleh pecundang anonim level rendah di komunitas intelijen,” bunyi tanggapan Gedung Putih, seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (25/6/2025).
Disebutkan, kebocoran mengenai hasil penilaian awal itu merupakan upaya yang jelas-jelas bertujuan merendahkan Presiden Donald Trump serta mendiskreditkan pilot pesawat tempur yang melakukan misi melenyapkan program nuklir Iran.
Seorang mantan duta besar AS untuk Israel, Daniel Shapiro mengatakan premature untuk mengetahui sepenuhnya dampak pemboman AS terhadap situs nuklir Iran. Laporan intelijen menyebutkan serangan AS tidak mampu menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Daniel Shapiro, yang bertugas di pemerintahan Obama, mengatakan kepada program Newsday BBC: “Saya tidak mengharapkan penilaian apa pun sedini ini. Butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya,” katanya pada BBC, Rabu (25/6/2025).
Sebelumnya, seorang mantan pejabat Pentagon yang bertugas di pemerintahan Trump pertama mengatakan informasi rahasia “tidak boleh pernah terungkap”, setelah kebocoran laporan intelijen Pentagon tentang kerusakan pada program nuklir Iran. Berbicara kepada program Today di BBC Radio 4, Mick Mulroy mengatakan kebocoran itu berbahaya karena membahayakan “sumber daya manusia”. Mereka bisa terbunuh jika mereka dikompromikan, katanya. Mantan pejabat itu juga mempertanyakan bagaimana penilaian sebelumnya bahwa serangan itu akan menghambat fasilitas nuklir Iran selama bertahun-tahun bisa salah besar. “Mereka jelas melakukan kesalahan sebelumnya, atau mereka melakukan kesalahan sekarang – tidak mungkin keduanya,” katanya.
Dikatakannya Gedung Putih menggunakan kata “dilenyapkan”, dan laporan itu jauh lebih tidak meyakinkan. Ketika ditanya apakah AS “sudah selesai” menyerang Iran, Mulroy mengatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. “Mungkin ada serangan tambahan untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah sampai pada titik di mana mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.
Penilaian intelijen Pentagon awal atas serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran menyebutkan serangan itu tidak menghancurkan program nuklir negara itu dan mungkin hanya menundanya beberapa bulan, paling lama. Stok uranium Iran yang diperkaya tidak hilang dalam pengeboman Sabtu, sumber yang mengetahui evaluasi Badan Intelijen Pertahanan mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS. Sentrifus Iran sebagian besar “utuh” dan dampak serangan itu terbatas pada struktur di atas tanah. Berbicara di atas Air Force One sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ketiga situs nuklir di Iran terkena serangan hebat dan hancur, dan bahwa laporan media AS “sangat tidak sopan” kepada mereka yang melakukan serangan itu. sin, ins