wartadigital.id
Jawa Timur

Jatim Launching Population Clock Pertama di Indonesia

Peluncuran population clock mewarnai Puncak Perayaan Harganas Jatim ke-31 di JX International (dulu Jatim Expo), Rabu (10/7/2024).

 

SURABAYA (wartadigital.id)- Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke -31 sekaligus meluncurkan Population Clock. Bersama Kepala BKKBN Pusat Dr dr Hasto Wardoyo SpOG (K), Pj Gubernur Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan Sekretaris Utama BKKBN Drs  Tatip Agus Rayanto MSi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Dra Maria Ernawati MM meresmikan population clock atau jam populasi untuk terus memperbarui data tentang jumlah penduduk, jumlah kelahiran dan jumlah kematian.

“Saya kaget tadi pas proses peluncuran Population Clock, karena baru tingkat nasional yang sudah menggunakan population clock. Jatim ini merupakan provinsi  pertama di Indonesia yang sudah menerapkan population clock,” ungkap Kepala BKKBN Nasional Dr dr Hasto Wardoyo SpOG (K) kepada insan media usai Puncak Perayaan Harganas Jatim ke-31 di JX International (dulu Jatim Expo), Rabu (10/7/2024).

Hasto menambahkan dari population clock yang baru dilaunching oleh Provinsi Jatim ini bisa diketahui bahwa jumlah penduduk Provinsi Jatim sebanyak 41.820 873 jiwa dengan jumlah kelahiran sebanyak 602 283  jiwa dan jumlah kematian sebanyak  313 670 jiwa.

“Population clock ini update datanya tiap detik. Jadi Provinsi Jawa Timur ini sangat luar biasa dan population clock ini memang sangat dibutuhkan,” imbuh pria yang merupakan dokter spesialis kandungan ini.

Sebelumnya, Pj Gubernur Provinsi Jatim Adhy Karyono mengatakan pada peringatan Harganas tahun ini, Kota Surabaya meraih predikat percepatan penurunan stunting, yaitu capaian angka prevalensi stunting Kota Surabaya mengalami penurunan yang signifikan dari 28,9% (SSGI 2021) menjadi 4,8% (SSGI 2022), dan 1,6 (SKI 2023).  Angka prevalensi ini berada jauh di bawah target nasional pada 2024 yaitu sebesar 14%.

“Jawa Timur akan terus berupaya untuk menurunkan prevalensi angka stunting. Meskipun dari hasil SKI Tahun 2023 angka prevalensi Jawa Timur telah mencapai 17,7 atau turun 1,5 kami berharap pada Tahun 2024 ini bisa mencapai target angka prevalensi sebesar 14%,”kata Adhy dalam sambutannya.

Adhy menambahkan hal ini tidak terlepas dari kerja keras para pemangku kepentingan dan kebijakan yang sama-sama fokus menurunkan angka stunting di Jawa Timur. Namun ada beberapa hal yang patut  diperhatikan dan jaga bersama, bahwa penurunan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bersama, karena ada beberapa kabupaten/kota yang angka stuntingnya cenderung naik. Oleh karena itu patut untuk dipertahankan bagi daerah yang sudah turun prevalensi stuntingnya. Capaian nasional diharapkan dapat turun siginifikan di akhir 2024 dengan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyangga nasional.

Maka dari itu, sambung Adhy, di momen peringatan Hari Keluarga Nasional Tingkat Provinsi pihaknya mengajak semua bekerja dengan peran dan fungsi masing-masing agar amanat dan mandat Presiden perihal penurunan angka stunting dapat dilaksanakan dan wujudkan.

“Saya mengingatkan kepada para Pj bupati/walikota harus memperhatikan stunting dan pernikahan anak, karena tiap tiga bulan kita para Pj ini akan selalu ditanya oleh Wakil Presiden tentang banyak hal, namun stunting dan pernikahan anak tidak pernah absen dan akan selalu ditanyakan,”tutupnya.

Penerima penghargaan foto bersama.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Dra Maria Ernawati MM menjelaskan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31 yang mengusung tema Keluarga Berkualitas menuju Indonesia Emas merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam merevitalisasi peran keluarga dalam mengatasi persoalan-persoalan yang menghambat pencapaian cita-cita pembangunan. Penyelenggaraan Harganas tingkat Provinsi Jawa Timur dilatarbelakangi oleh peringatan Harganas yang telah dilaksanakan di Kota Semarang pada 29 Juni 2024 yang lalu.

“Konsep peringatan Harganas Tingkat provinsi Jawa Timur kali ini adalah temu kader dan tenaga lini lapangan sebagai wadah untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sosok keluarga bagi pembangunan bangsa dan negara,” jelasnya.

Erna menambahkan tujuan umum kegiatan adalah peringatan Harganas sebagai upaya membangun keluargan menuju Indonesia emas. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam program bangga kencana di Provinsi Jawa Timur.

Acara dihadiri sebanyak 2.400 orang yang terdiri dari Lintas sektor dinas Pemprov Jawa Timur, para kepala OPD KB beserta jajaran penyuluh KB serta kader-kader KB.

Penerima penghargaan antara lain Prof Dr Sri Sumarmi SKM MSi yang mendapatkan Tanda Penghargaan Wira Karya Kencana. Sedang untuk penghargaan dalam Kategori Persentase Capaian Total Pelayanan KB Tertinggi dalam rangka Momentum HUT IBI, juara 1 adalah Kabupaten Sampang, Juara 2 adalah Kabupaten Pasuruan dan Juara 3 adalah Kabupaten Bondowoso.

Sementara untuk Penghargaan Kategori Persentase Capaian Total Pelayanan Tertinggi dalam Rangka Momentum Pelayanan Sejuta Akseptor, Juara 1 adalah Kabupaten Nganjuk, juara 2 Kota Mojokerto dan Juara 3 adalah Kabupaten Sampang.

Sedang Penghargaan kategori Persentase Capaian Total Pelayanan KB Tertinggi dalam rangka momentum Hari Kartini, Juara 1 adalah Kabupaten Sampang, juara 2 adalah Kabupaten Bondowoso dan juara 3 adalah Kabupaten Pamekasan. sis

Related posts

Pj Gubernur Adhy Sebut Jatim Adalah Rumah Nyaman bagi Semua Etnis dan Agama

redaksiWD

Eddy Supriyanto Dilantik sebagai Pj Walikota Madiun

Hadiri Peluncuran Data Regsosek Bappenas, Pj Gubernur Jatim Sebut sebagai Optimalisasi Perencanaan Pembangunan Daerah Wujudkan Indonesia Emas 2045

redaksiWD