wartadigital.id
Headline Nasional

Kasus Lord Luhut, Pegiat HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Divonis Bebas

Kegembiraan pegiat HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti usai dinyatakan bebas dari dakwaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Pegiat HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dinyatakan bebas dari dakwaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Vonis diberikan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (8/1/2024).

“Majelis hakim berpendapat kedua terdakwa tidak terbukti bersalah. Sesuai pasal maka terdakwa dinyatakan bebas dari segala dakwaan. Terdakwa rehabilitasi memulihkan hak kedudukan harkat dan martabatnya,” bunyi putusan yang diberikan majelis hakim.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Cokorda Gede Arthana ini tampak disesaki pengunjung. Sebelumnya, puluhan orang juga terdaftar sebagai sahabat pengadilan yang mendesak hakim membebaskan Haris-Fatia. Perkara ini dinilai disidangkan sebagai cerminan pemerintah yang anti kritik.

Haris Azhar sebelumnya dituntut oleh jaksa penuntut umum 4 tahun penjara dan Fatia 3 tahun 6 bulan. Haris adalah pendiri Yayasan Lokataru, sedangkan Fatia koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Keduanya dilaporkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan atas konten YouTube Haris Azhar berjudul “ADA LORD LUHUT DIBALIK RELASI EKONOMI-OPS MILITER INTAN JAYA!!JENDERAL BIN JUGA ADA”. Konten berasal dari diskusi siniar oleh Haris-Fatia membahas laporan berjudul ‘Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya’.

Kajian yang menjadi bahan untuk dialog keduanya dikerjakan oleh Koalisi Bersihkan Indonesia soal praktik bisnis di Blok Wabu, Papua. Namun Luhut menuduh keduanya membuat pernyataan sepihak, selain juga tersinggung dengan diksi Lord Luhut.

Dalam sidang vonis hari ini, Hakim Ketua Cokorda menjelaskan bakal membacakan hasil putusan majelis hakim bersamaan untuk Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. “Sebelum dibacakan ada dua perkara yang di-split karena peristiwanya sama,” kata Cokorda. tmp

 

Related posts

Wonderlux Hadirkan Pelindung Rambut dari Paparan Panas dan Sinar UV

redaksiWD

Wisuda Hari Kedua, Rektor Unair Titipkan Beberapa Pesan

redaksiWD

HUT ke-48 IWAPI Momen untuk Terus Menguatkan Pemberdayaan Ekonomi Pengusaha Wanita Sidoarjo

redaksiWD