wartadigital.id
Ekbis Headline

Lagi Ngetren, Strategi Word of Mouth untuk Promosi Produk dan Layanan

Salah satu cara yang lagi ngetren diterapkan saat ini adalah strategi word of mouth. Strategi ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu melalui sebuah platform untuk mempromosikan produk atau jasa kepada pelanggan.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Ada banyak cara untuk mempromosikan produk dan layanan kepada pelanggan. Salah satu cara yang lagi ngetren diterapkan saat ini adalah strategi word of mouth. Strategi ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu melalui sebuah platform untuk mempromosikan produk atau jasa kepada pelanggan. Salah satu pihak yang dapat menjadi agen word of mouth adalah nano influencer. Influencer tipe nano biasanya memiliki basis pengikut atau followers di platform media sosial yang cukup banyak dari keluarga dan teman dekatnya.

Head of Business Market Research & Crowdsourcing Marketing Sampingan, startup solusi manajemen tenaga kerja yang komprehensif, Taris Adani mengatakan penerapan strategi pemasaran melalui nano influencer ini merupakan salah satu cara cerdas terutama bagi pelaku usaha UMKM pada era digital seperti sekarang ini.

“Pemasaran lewat nano influencer dapat dikatakan efektif karena rata-rata nano follower merupakan circle atau teman terdekat mereka, sehingga intensitas berkomunikasi kepada followersnya  terbilang cukup aktif sehingga memiliki tendensi engagement yang tinggi,” katanya, Senin (27/9/2021).

Taris menyebutkan setidaknya ada tiga kelebihan nano influencer yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha UMKM.

  1. Lebih Mengenal Target Audience

Berbeda dengan macro influencer sekelas selebriti yang memiliki tipe followers yang beragam,  salah satu kelebihan dari pemasaran menggunakan nano influencer adalah mereka lebih mengenal target audiensnya yang kebanyakan merupakan teman dan keluarga. Tak jarang, pengikut mereka memiliki preferensi yang sama dengan sang influencer. Hal inilah yang membuat influencer nano memiliki basis penggemar yang erat dan saling mendukung satu sama lain. “Sehingga pelaku usaha termasuk pebisnis UMKM dapat memilih influencer yang memiliki bidang dan minat sesuai dengan produk dan layanan yang ditawarkan,” katanya.

 

  1. Lebih Dekat dengan Followersnya

Perbedaan antara influencer nano dengan macro influencer adalah jumlah followers atau pengikutnya. Nano influencer membangun kedekatan dengan pengikutnya satu persatu sehingga hubungan yang terjalin diantara mereka lebih erat. Dengan demikian, para pengikutnya yang kebanyakan berasal dari teman dan keluarga, cenderung meniru dan lebih mempercayai sang influencer karena dianggap lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, saat influencer mempromosikan sebuah produk, followersnya akan lebih mudah terpengaruh.

 

  1. Biaya Lebih Terjangkau

Nano influencer umumnya tidak memasang harga yang terlalu tinggi untuk jasa endorse. Berbeda dari macro influencer atau influencer selebritas yang biasa memasang harga tinggi, tipe influencer nano ini lebih bersahabat dan cocok untuk para pemilik bisnis yang tidak punya banyak modal untuk memasarkan produknya. Meski begitu, hasil yang didapatkan dari berpromosi lewat jalur nano influencer ini patut diacungi jempol.

 

Selain itu, Taris juga membagikan cara bagi para pelaku usaha untuk menemukan influencer yang tepat untuk memasarkan bisnisnya. Sebelum memilih influencer tentunya pelaku usaha harus memahami target market dari produk atau jasa yang ditawarkan. Dari situ, barulah pelaku usaha dapat menyesuaikan produk dan jasanya dengan profil nano influencer serta pengikut atau followersnya. “Pelaku usaha perlu melakukan riset secara mendetail, mulai dari usia, lokasi, pekerjaan, hingga minat audiens. Kami di Sampingan memiliki platform untuk memfasilitasi para pelaku bisnis untuk berkolaborasi dengan para nano influencers untuk membantu memasarkan produk dan layanannya kepada pelanggan,” jelas Taris.

Kedua, selain audiens, pelaku usaha UMKM juga harus menemukan influencer dengan konten yang sesuai. Pilih influencer nano yang memiliki gaya pemasaran konten dan visi yang sejalan dengan produk dan layanan yang ditawarkan. Terakhir, memilih platform sosial media yang tepat karena tidak semua platform akan sesuai dengan produk dan layanan yang ditawarkan oleh pelaku usaha. ren, rya

Related posts

Ramadan, Layanan Eazy Passport Imigrasi Tetap Buka

redaksiWD

TNI-Polri dan Pemkab Sampang Bantu Bersihkan Pohon Tumbang di Ponpes Nurul Alam Prajjan Camplong

redaksiWD

Putus Penyebaran Covid-19, Polresta Sidoarjo Tracing Belasan Warga Becirongengor Wonoayu

redaksiWD