Lewati Drama Adu Penalti, Persebaya Raih Gelar Piala Presiden 2026

Persebaya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026 setelah mengandaskan Persib Bandung lewat adu penalti (foto Persebaya)

GIANYAR (wartadigital.id) – Tim Persebaya Surabaya menutup perjalanan di Piala Presiden 2026 dengan hasil manis. Bajul Ijo keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 6-5, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026) malam.

Gelar ini menjadi trofi perdana Persebaya di ajang Piala Presiden sekaligus modal positif dalam menyambut kompetisi musim 2026/2027.

Bacaan Lainnya

Persebaya menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1 saat menghadapi Persib Bandung pada partai final. Bajul Ijo sempat unggul lebih dahulu melalui Ramadhan Sananta, sebelum Persib menyamakan kedudukan di pertengahan babak pertama.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya tampil lebih sabar dan menunggu momentum untuk melancarkan serangan. Sementara itu, Persib lebih banyak menguasai bola dan berusaha mengendalikan jalannya pertandingan.

Memasuki menit kelima, kedua tim masih saling membaca permainan. Belum ada peluang berbahaya yang benar-benar mengancam kedua gawang.

Pada menit kesembilan, Walber Mota sempat mendapatkan perawatan setelah terlibat duel dengan pemain Persib. Tak lama berselang, Persib membangun serangan berbahaya, namun Arief Catur Pamungkas tampil sigap dengan melakukan tekel krusial untuk menggagalkan peluang lawan.

Persebaya mulai memberikan ancaman pada menit ke-16. Yuran Fernandes melepaskan tendangan first time dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih mampu diamankan oleh penjaga gawang Persib.

Satu menit kemudian, Ramadhan Sananta memperoleh peluang dari jarak dekat. Sontekannya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Persib.

Upaya Bajul Ijo akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-17. Berawal dari umpan terukur Rachmat Irianto, Ramadhan Sananta berhasil menyambut bola dengan penyelesaian yang tak mampu dihentikan penjaga gawang Persib. Gol tersebut membawa Persebaya unggul 1-0.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-23, Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui situasi kemelut di depan gawang Persebaya. Skor berubah menjadi 1-1.

Persib kembali memperoleh peluang emas lima menit kemudian. Beruntung, Ernando Ari tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang tersebut dan menjaga skor tetap imbang.

Memasuki sisa waktu babak pertama, kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Tambahan waktu lima menit juga belum menghasilkan gol tambahan.

Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, Persebaya dan Persib Bandung masih berbagi skor 1-1. Pertandingan pun tetap terbuka untuk kedua tim pada 45 menit berikutnya.

Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares melakukan pergantian di bawah mistar gawang dengan memasukkan Reza Arya menggantikan Ernando Ari.

Malik Risaldi saat berduel dengan pemain Persib Bandung pada laga Final Piala Presiden 2026 (foto Persebaya)

Pergantian tersebut menjadi bagian dari rotasi yang telah disiapkan tim pelatih untuk menjaga kondisi pemain sekaligus memberi kesempatan kepada seluruh skuad berkontribusi.

Persib langsung mengambil inisiatif permainan selepas jeda. Tim asal Bandung itu lebih banyak menguasai bola dan berusaha membongkar pertahanan Persebaya melalui kombinasi serangan dari kedua sisi lapangan.

Pada menit ke-50, Riyan Ardiansyah melakukan aksi penyelamatan penting dengan menggagalkan serangan berbahaya Persib sebelum berkembang menjadi peluang. Persebaya kemudian merespons melalui situasi bola mati pada menit ke-62. Yuran Fernandes berhasil menyambut umpan dengan sundulan, namun bola masih mampu dihalau pemain bertahan Persib di depan gawang.

Untuk menjaga intensitas permainan, Bernardo Tavares kembali melakukan penyegaran pada menit ke-64. Toni Firmansyah, Ricky Pratama, dan Yann Mabella masuk menggantikan Arief Catur Pamungkas, Malik Risaldi, serta Rachmat Irianto.

Memasuki pertengahan babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim silih berganti membangun serangan, tetapi disiplin lini pertahanan membuat peluang-peluang yang tercipta belum mampu mengubah papan skor.

Pada menit ke-80, Persebaya kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Gledson Paixao menggantikan Ramadhan Sananta untuk memperkuat keseimbangan lini tengah.

Tiga menit kemudian, Bajul Ijo memperoleh peluang melalui tendangan bebas Risto Mitrevski. Namun, sepakan bek asal Makedonia Utara itu masih melebar tipis dari sasaran.

Lima menit tambahan waktu tidak menghasilkan gol tambahan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan pertandingan berlanjut ke babak extra time.

Extra Time

Persebaya langsung tampil menekan pada awal babak tambahan waktu. Baru semenit berjalan, Miguel Pereira hampir membawa Bajul Ijo kembali unggul. Sundulannya memanfaatkan umpan dari sisi sayap masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Persib.

Setelah peluang tersebut, pertandingan kembali berlangsung ketat. Kedua tim saling bergantian menguasai bola dan berusaha mencari celah, namun organisasi permainan yang disiplin membuat skor 1-1 tetap bertahan hingga babak pertama extra time berakhir.

Memasuki babak kedua extra time, ritme pertandingan tidak banyak berubah. Persebaya dan Persib sama-sama berusaha mencari gol penentu kemenangan.

Pada menit ke-106, Persebaya memperoleh peluang melalui tendangan bebas Jefferson Silva. Sayangnya, bola hasil sepakannya masih melebar tipis di sisi gawang Persib.

Situasi berubah pada menit ke-111 ketika Persib harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera.

Rivera yang mengalami benturan kemudian ditarik keluar semenit berselang dan digantikan Diogo Ramalho. Memasuki menit-menit akhir, tempo pertandingan sedikit menurun. Persebaya mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Persib lebih banyak bertahan untuk membawa pertandingan ke adu penalti.

Tambahan waktu tiga menit di babak kedua extra time tidak mengubah keadaan. Kedua tim tetap bermain imbang 1-1 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

ADU PENALTI

Pada babak adu penalti, Reza Arya tampil sebagai salah satu penentu kemenangan Persebaya. Penjaga gawang berusia 26 tahun itu berhasil menggagalkan dua eksekusi pemain Persib. Sementara para algojo Bajul Ijo mampu menjalankan tugasnya dengan baik, meski satu tendangan Yuran Fernandes gagal berbuah gol.

Persebaya akhirnya memastikan kemenangan 6-5 dalam adu penalti dan berhak mengangkat trofi Piala Presiden 2026. Gelar perdana di ajang ini menjadi penutup manis perjalanan Bajul Ijo selama turnamen, sekaligus menjadi fondasi positif bagi tim yang terus menunjukkan perkembangan menjelang bergulirnya kompetisi resmi musim baru. sba

Pos terkait