MenPU Minta Semua Pihak Fokus Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Menteri Pekerjaan Umum (MenPU) Dody Hanggodo meninjau langsung reruntuhan bangunan musala yang ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Senin (6/10/2025).

SIDOARJO (wartadigital.id) – Menteri Pekerjaan Umum (MenPU) Dody Hanggodo terlihat meninjau langsung reruntuhan bangunan musala yang ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Senin (6/10/2025) malam. Dody menegaskan bahwa pihaknya saat ini hanya fokus untuk menyelesaikan proses evakuasi dan pencarian terhadap para santri yang menjadi korban dari peristiwa naas yang terjadi pada Senin (29/9/2025) lalu. “Jadi kita fokuskan juga ke search and rescue diadakan Basarnas. Hari ini, saya tidak berani bicara, komentar lebih karena semuanya lagi proses fokus search and rescue,” ungkap Dody usai meninjau lokasi kejadian, Senin (6/10/2025).

Dia juga enggan untuk memaparkan analisis yang dilakukan oleh Kementerian PU terkait fasad bangunan tiga lantai yang rubuh itu. Sebab, proses pencarian dan evakuasi terhadap korban yang tertimbun masih terus berlangsung hingga saat ini oleh petugas SAR gabungan.  “Saya nggak berani lebih jauh. Nanti aja, setelah kita selesaikan search and rescue. Kita bicara lainnya,” tegas Dody.

Bacaan Lainnya

Dody juga menyatakan, peristiwa yang telah dinyatakan sebagai bencana terbesar sepanjang tahun 2025 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut juga telah menjadi atensi khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Dody, kehadiran secara langsung Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mayjen TNI Mohammad Syafii untuk memimpin operasi gabungan pencarian korban di lokasi kejadian merupakan bentuk perhatian khusus yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap kejadian tersebut, bahkan sejak hari pertama proses evakuasi dilakukan “Search and rescue nasional turun itu sudah perhatian presiden. Jadi, jangan hanya karena ada rapat dianggap memperhatikan. Presiden memperhatikan dari hari pertama, dengan menugaskan Kepala Basarnas hadir,” tegas Dody.

Berdasarkan data Basarnas per Senin (6/10/2025) pukul 20.00 WIB, total korban yang berhasil ditemukan berjumlah 171 orang. Terdiri 110 dalam kondisi selamat, 61 meninggal dunia, dan enam body part (potongan tubuh), yang telah dalam proses identifikasi tim DVI Polda Jawa Timur.  Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena potongan tubuh yang dievakuasi masih belum bisa teridentifikasi saling berhubungan satu sama lain atau tidak. bis

Pos terkait