
Pemkab Blitar salurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di wilayah setempat.
BLITAR (wartadigital.id) – Pemkab Blitar menyalurkan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan, sebagai bagian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka sehingga kebutuhan mendasar bisa tercukupi.
Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sebagai bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kemarau. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak kekeringan dan meringankan kebutuhan mereka sehari-hari,” kata Beky dalam keterangannya di Blitar, Jumat (11/9/2026).
Salah satu daerah yang mendapatkan kiriman air bersih adalah Dusun Wonosari, Desa Tugurejo, Kecamatan Wates. Pemerintah mendistribusikan air bersih hingga 12 ribu liter.
Selain air bersih, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa 20 paket bahan pokok dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan 20 paket bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan hasil pemantauan terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. “Kami menyalurkan 12 ribu liter air bersih di Dusun Wonosari, Desa Tugurejo. Kami terus melakukan pemantauan dan apabila masih ada kebutuhan, pendistribusian air bersih akan dilakukan kembali sesuai hasil asesmen di lapangan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur terkait, kata dia, terus memantau sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan selama musim kemarau.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi serta menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kekeringan untuk menyampaikan kebutuhan air bersih melalui pemerintah desa atau pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga sudah melakukan pendistribusian air bersih secara langsung ke warga di Blitar pada akhir pekan lalu. Air bersih tersebut siap disalurkan untuk 38.270 KK atau 98.946 jiwa masyarakat yang terdampak di tujuh kecamatan Kabupaten Blitar, yakni kecamatan Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Sutojayan, Wates, dan Wonotirto.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim melalui BPBD terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan. Selain air bersih juga turut disalurkan 90 unit tandon berkapasitas 1.200 liter, serta 250 unit jerigen berkapasitas 15 liter. “Sebetulnya sudah ada 24 kab/kota di Jatim yang sudah menerbitkan surat keputusan kedaruratan pada musim kemarau ini, hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya yang dilakukan Bupati Blitar dan Kabupaten lainnya,” kata Gubernur Khofifah saat itu. yek, ara




