wartadigital.id
Headline Manca

Perang Buat Ekonomi Babak Belur, Regulator Sekuritas Israel Rayu Investor AS

Reuters
Kebakaran hebat melanda Israel bagian Utara setelah dihujani roket oleh Hamas.

 

TEL AVIV (wartadigital.id) – New Chairman pengawas sekuritas Israel , Seffy Zinger bakal menuju Amerika Serikat pada minggu depan untuk merayu investor AS dan menyakinkan mereka bahwa sektor bisnis di Negara Yahudi tersebut berjalan normal. Diketahui perang Israel dengan kelompok pejuang Palestina Hamas telah berlangsung dalam tiga bulan terakhir.

Tahun lalu menjadi sangat menantang bagi pasar saham Israel, dimana indeks utama Tel Aviv 125 turun 15% menyusul serangan yang terjadi pada 7 Oktober terhadap Israel oleh kelompok pejuang Palestina yang menyebabkan perang di Gaza. Indeks kemudian rebound untuk mengakhiri tahun 2023 lewat kenaikan 4%, akan tetapi masih tertinggal secara signifikan dari indeks AS.

Zinger, yang mengambil alih nakhoda Otoritas Sekuritas Israel (ISA) mengatakan, dia melihat adanya prospek pemulihan ekonomi tahun ini. “Kami ingin memberi tahu dunia bahwa ekonomi Israel berfungsi selama perang dan bursa saham tidak tutup, bahkan untuk satu hari,” katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara dikutip Jumat (12/1/2024).

.”Kami percaya ada peluang di Israel bahwa setelah perang, ekonomi akan tumbuh. Hal yang sama terjadi saat perang di masa lalu atau situasi militer di Israel dalam dua dekade terakhir. Dan sektor teknologi dalam kondisi sangat kuat,” bebernya.

Ekonomi Israel diperkirakan akan mendapat dorongan, saat militer secara bertahap melepaskan lebih dari 300.000 warga Israel yang direkrut sebagai tentara cadangan. Wajib militer membuat adanya kekurangan tenaga kerja, dimana banyak di antaranya berasal dari sektor teknologi tinggi yang memainkan peran penting. Mengatur kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan kepatuhan dan penegakan hukum perusahaan juga merupakan fokus utama, ungkap Zinger.

Ia mencatat bahwa undang-undang sekuritas Israel sudah berusia puluhan tahun dan tidak mencakum AI. “Bagaimana kita bisa menggunakan teknologi AI untuk tujuan kita dan di sisi lain adalah sisi pasar dan apa cara terbaik untuk mengaturnya. Apa risiko yang kita hadapi?,” katanya.

Pada saat yang sama, ISA ingin memperketat kemampuan penegakannya dengan memastikan pelaporan yang lebih baik oleh perusahaan dan membuat hukuman lebih cepat dan lebih kuat. “Kami merasa ada ruang untuk lebih merampingkan proses penegakan hukum,” kata Zinger.

“Apa yang kami pikirkan sebagai regulator adalah bagaimana menggabungkan teknologi baru ke dalam pengawasan pasar dan penegakan hukum di pasar modal, mengingat teknologi AI baru yang tersedia bagi kami,” ungkapnya.

Perjalanan Zinger ke AS, yang direncanakan sebelum perang dengan Hamas pecah, menjadi yang pertama bagi seorang pemimpin ISA sejak sebelum pandemi Covid. Zinger akan bertemu dengan mitra Securities and Exchange (SEC) AS dan investor di New York dan Washington. Ia bakal menyampaikan presentasi di konferensi Needham pada 18 Januari, mendatang yakni sebuah acara tahunan yang mempertemukan investor, pakar industri dan pengusaha untuk membahas tren dan peluang terbaru di sektor teknologi. Zinger, yang berusaha untuk lebih menyelaraskan peraturan pasar lokal dengan standar global, mengatakan dia ingin memikat lebih banyak investor dan perusahaan asing ke Bursa Efek Tel Aviv. sin,rtr

Related posts

Cakap Tingkatkan Kompetensi Bahasa Asing dan Kemampuan Hospitality 70.000 SDM Sektor Pariwisata RI

redaksiWD

Enam Negara Muslim Belajar Program Bangga Kencana, Pernikahan Anak dan Penurunan Angka Stunting di Surabaya

redaksiWD

Berburu Beasiswa Studi ke Taiwan pada Gelaran THEF Online 2021

redaksiWD