Peringati Hari Otonomi Daerah XXVII 2023, Khofifah Ajak ASN Pemprov Jatim Lakukan Empat Hal Penting

Gubernur Khofifah foto bersama lima camat pemenang usai menyerahkan trophy dan piagam penghargaan atas lomba Sinergitas Penyelenggara Pemerintahan di Kecamatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 kepada 5 pemenang.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan empat pesan penting saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXVII tahun 2023 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Sabtu (29/4/2023) pagi.

Bacaan Lainnya

Empat pesan yang disampaikan Gubernur Khofifah yaitu  pertama  terkait integritas dan etika profesi para pemimpin dan penyelenggara pemerintahan daerah dalam implementasi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Kedua  terkait Integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh pegawai pemerintahan harus bergerak maju, kreatif, produktif dan inovatif sekaligus ikut bertanggung jawab dalam setiap urusan masyarakat.

“Bergerak dengan memberikan dampak, bukan hanya mengejar skor  tapi dampak dari seluruh reformasi birokrasi yang kita lakukan bersama-sama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Khofifah dalam amanatnya.

Kemudian, ketiga tentang komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) untuk reformasi birokrasi yang berdampak agar terus dilakukan, baik di bidang kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, serta  akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Serta keempat , upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing perekonomian daerah yang menjadi prioritas utama kebijakan di semua level Pemerintah Daerah.

“Jadi pola-pola yang bisa kita bangun dan kita tingkatkan kapasitasnya baik secara kelembagaan maupun secara personal, secara institusional maupun personal jangan pernah merasa sudah selesai, jangan pernah merasa kita sudah terbaik, karena akan selalu ada perubahan ekosistem di dalam dan di luar kita,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Hari Otonomi Daerah telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1996 dan diperingati setiap 25 April dalam rangka memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah.

Melalui tema yang diusung tahun ini yaitu Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul,  Khofifah mengajak merenungkan kembali tujuan pelaksanaan otonomi daerah dengan pendesentralisasian sebagian kewenangan.

Tujuannya menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan.

“Perlu kiranya kita melakukan refleksi sejenak, untuk kembali memahami esensi filosofis dari ditetapkannya Otonomi Daerah yang saat ini genap berusia dua puluh tujuh tahun,” ajaknya.

Menurut  Khofifah, Otoda juga merupakan bentuk pengakuan Pemerintah Pusat terhadap kemandirian daerah yang bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat, serta meningkatkan daya saing daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Daerah, dalam mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Implementasi otonomi daerah selama 27 tahun yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana dengan tingkat akurasi yang tinggi, serta mengakomodir keinginan masyarakat, pengambilan keputusan publik yang lebih partisipatif juga demokratis lewat pemilihan Kepala Daerah, dan munculnya pemerintahan yang lebih reponsif akan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Jatim ini mengatakan Otoda telah memberikan dampak positif dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan fiskal daerah. Meskipun dua tahun berlalu Pandemi Covid-19 sempat membuat keadaan banyak sektor terpengaruh.

“Pencapaian IPM Provinsi Jawa Timur dalam satu dekade ini terus mengalami kemajuan. IPM Jawa Timur meningkat dari 66,06 pada 2011 menjadi 72,75 pada 2022. Selama periode tersebut, IPM Jawa Timur rata-rata tumbuh sebesar 0,90 persen per tahun dan masih bertahan di level tinggi sejak 2017,” terangnya.

Di sisi lain, lanjutnya, banyak bermunculan inovasi-inovasi yang dilakukan daerah dalam upaya membangun dan mensejahterakan masyarakat. Inovasi di daerah bukan hanya mampu menjadi solusi berbagai persoalan di daerah, meningkatkan daya saing daerah, tetapi juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia.

Sementara itu, Camat Rogojampi Banyuwangi Hartono, salah satu camat pemenang lomba Sinergitas Penyelenggara Pemerintahan di Kecamatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 menyampaikan bahwa ia sebagai camat lain telah melakukan koloborasi dan sinergi bersama pihak-pihak di tingkat kecamatan seperti Forkopimcam, Baznas, Pemerintah Desa dan PKK untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.

Selain itu ia bersama pihaknya menciptakan berbagai inovasi dengan tujuan memberikan pelayanan yang lebih baik dan mudah kepada masyarakat. Ia juga berharap kegiatan penilaian sinergitas kecamatan di tingkat provinsi Jawa Timur terus dilakukan dan diadakan.

“Kami sangat senang sekali dengan penghargaan yang telah diberikan kepada kami dan rekan-rekan yang lain lima camat terbaik Jawa Timur tahun 2022 kemarin, kami sangat mengapresiasi. Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah melaksanakan kegiatan sinergitas ini,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Khofifah juga menyerahkan trophy dan piagam penghargaan atas lomba Sinergitas Penyelenggara Pemerintahan di Kecamatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 kepada 5 pemenang antara lain Camat Rogojampi Kab Banyuwangi Hartono, Camat Taman Kab Sidoarjo Makhmud. Lalu Camat Tongas Kab Probolinggo Abdul Ghofur, Camat Bumiaji Kota Batu Bambang Hari Suliyan, dan Camat Pamekasan Kab Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso.

Tak hanya itu, Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVII  2023, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dirangkai dengan kegiatan bakti sosial, diantaranya pelayanan kesehatan gratis yaitu donor darah, pelayanan kesehatan gizi, pelayanan kesehatan tradisional, dan pelayanan mini medical check up (cek tekanan darah, gula darah, kolestrol) dan pembagian  zakat produktif bagi 100 pelaku usaha ultra mikro di  sekitar Kantor Gubernur Jawa Timur.  pri