
KUALA LUMPUR (wartadigital.id) — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan pemangkasan kuota BBM di Malaysia imbas harga minyak global yang meningkat seiring dengan perang Iran dengan AS-Israel.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya @anwaribrahim_my, Anwar menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi krisis konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh rezim zionis Israel dengan dukungan AS. Akibat harga minyak dunia yang melonjak sebagai dampak konflik, subsidi BBM yang dikucurkan Pemerintah Malaysia pun membengkak. Subsidi bulanan nasional untuk BBM jenis RON 95 dan solar awalnya mencapai 700 juta ringgit kemudian menjadi 3,2 miliar ringgit.
Anwar menjelaskan kini beban subsidi BBM jenis RON 95 dan solar secara bulanan di Malaysia menjadi 4 miliar ringgit. Sejak konflik, Pemerintah Malaysia telah menjalankan sederet upaya guna memastikan pasokan energi yang memadai tetap ada tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.
Namun, kini menurutnya upaya pemerintah tetap menghadapi tantangan besar setelah situasi yang kian memanas. “Pemerintah perlu menyeimbangkan keberlanjutan fiskal dengan kebutuhan untuk memastikan pasokan energi terus tersedia bagi masyarakat selama krisis ini,” kata Anwar di akun Instagram-nya pada Kamis (26/3/2026).
Dengan demikian, Anwar mengumumkan beberapa langkah penting. Harga RON95 tetap 1,99 ringgit per liter, namun dengan penyesuaian kuota BBM menjadi 200 liter per bulan. Awalnya, kuota BBM sebesar 300 liter per bulan. Kebijakan penyesuaian itu efektif 1 April 2025. Anwar menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian kuota BBM bersifat sementara. “Langkah sementara ini memastikan bahwa mayoritas penduduk tetap dilindungi, pasokan tetap stabil dan negara-negara tetap bertahan dalam ketidakpastian global,” ujar Anwar. bis





