Puncak Dies Natalis ke-38 Universitas Hang Tuah Dihadiri Wamen Kelautan dan Perikanan RI

Studium Generale dalam rangka puncak peringatan Dies Natalis ke-38, Senin (26/5/2025), bertempat di Graha Samudra Ganesha, Kampus Universitas Hang Tuah, Jalan Arif Rahman Hakim No 150 Surabaya.

SURABAYA (wartadigital.id) – Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Studium Generale dalam rangka puncak peringatan Dies Natalis ke-38, Senin (26/5/2025), bertempat di Graha Samudra Ganesha, Kampus Universitas Hang Tuah, Jalan Arif Rahman Hakim No 150 Surabaya.

Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf MPA, MBA, sebagai narasumber utama dengan tema Kebijakan Ekonomi Biru untuk Mewujudkan Indonesia Emas.

Bacaan Lainnya

Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda (Purn) Dr Ir Avando Bastari MPhil, MTr Opsla, IPM, ASEAN Eng, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan nasional berbasis maritim.  “Sebagaimana kita ketahui bersama, Asta Cita merupakan delapan cita-cita besar pembangunan nasional. Salah satunya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis, termasuk kedaulatan pangan. Pangan tidak hanya berasal dari pertanian darat, tetapi juga dari potensi besar laut Indonesia sebagai negara maritim,” ujar Rektor.

Beliau  menyoroti bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki dua pertiga wilayah laut dari total wilayah nasional, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Swasembada pangan maritim mencakup peningkatan produksi hasil laut, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, penguatan teknologi perikanan, distribusi efisien, serta pemberdayaan nelayan dan masyarakat pesisir sebagai aktor utama ekonomi biru.

Dalam paparannya, Wamen KKP RI Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan menyampaikan bahwa sektor kelautan memegang peranan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Mahasiswa UHT sebagai bagian dari kampus maritim harus mampu menjadi pelopor dalam transformasi kelautan Indonesia. Dibutuhkan karakter unggul, semangat nasionalisme, serta kemampuan adaptif di era global,” tegasnya.

Studium Generale ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Hang Tuah,  Pengurus Yayasan Nala.  Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh peserta umum melalui platform Zoom, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema strategis ketahanan pangan nasional berbasis kelautan.

Sebelum Studium Generale, Universitas Hang Tuah telah menyelenggarakan berbagai kegiatan penting dalam rangkaian Dies Natalis ke-38, antara lain  donor darah, kegiatan sosial dengan partisipasi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Ada juga Lomba Dosen dan Tenaga Kependidikan Terbaik , sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi civitas akademika. Digelar juga Pengabdian kepada Masyarakat,   Layanan sosial dan edukatif di wilayah Sukolilo dan Keputih.

Hingga Jalan Sehat dan Pembagian Reward ,  membangun kebersamaan dengan berbagai hadiah menarik. Sedangkan Malam Puncak Dies Natalis diisi dengan pementasan seni, pemutaran video sejarah UHT, serta pemberian penghargaan bagi tokoh-tokoh inspiratif UHT.

Studium Generale ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta. Rektor UHT secara resmi menyerahkan sertifikat penghargaan kepada narasumber sebagai kenang-kenangan.

Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama, mengabadikan momen bersejarah puncak peringatan Dies Natalis ke-38 Universitas Hang Tuah.

Perayaan Dies Natalis kali ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen UHT sebagai Kampus Maritim Unggulan, dengan semangat Jalesveva Jayamahe dalam mencetak generasi maritim unggul, nasionalis, dan berdaya saing global. sis

Pos terkait