wartadigital.id
Headline Manca

Serangan AS ke Yaman Picu Perang Berskala Besar di Timur Tengah

Reuters
Amerika Serikat, Inggris, dan Israel mulai membombardir Yaman.

 

WASHINGTON (wartadigital.id) –  Amerika Serikat (AS) dan koalisi sudah menyatakan resmi berperang melawan Houthi , kelompok yang berkuasa di Yaman. Itu akan menjadikan beban berat bagi AS karena serangan itu menyebabkan perang berskala besar di Timur Tengah.

Giorgio Cafiero selaku CEO Gulf State Analytics, sebuah konsultan risiko geopolitik yang berbasis di Washington, DC, mengatakan AS memiliki pilihan selain melakukan serangan militer terhadap kelompok Houthi di Yaman.

“Salah satunya adalah menggunakan pengaruh Washington terhadap Israel untuk mendorong Israel agar mematuhi gencatan senjata [di Gaza],” kata Cafiero kepada Al Jazeera dikutip, Jumat (12/1/2024).

“Pemerintahan Biden, karena alasan politik, memilih untuk tidak melakukan hal itu, dan tim Biden sedang menangani operasi Houthi di Laut Merah dengan memimpin koalisi pimpinan AS [yang] sekarang melakukan serangan militer terhadap sasaran Houthi. Hal ini berpotensi menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah,” ujarnya.

Cafiero menelaskan, serangan tersebut =bukanlah sesuatu yang diinginkan mayoritas warga AS. “Para pejabat di pemerintahan Biden berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan hasil seperti itu,” tambahnya.

Tetapi menurutnya keputusan yang diambil tim Biden saat ini mendorong  ke arah yang sangat berbahaya.

Sementara itu, Mohammed al-Bukhaiti, seorang pejabat senior Houthi, telah memperingatkan AS dan Inggris bahwa mereka akan “menyesal” menyerang Yaman, yang ia gambarkan sebagai “kebodohan terbesar dalam sejarah mereka”.

Dalam postingan di media sosial, al-Bukhaiti mengatakan London dan Washington telah melakukan “kesalahan” dalam melancarkan perang terhadap Yaman.

Dunia, katanya, kini menyaksikan “perang unik” di mana pihak yang mendukung “pihak yang benar dan pihak yang salah” dapat diidentifikasi dengan jelas.

“Tujuan salah satu partainya adalah menghentikan kejahatan genosida di Gaza yang diwakili oleh Yaman, sedangkan tujuan partai lainnya adalah untuk mendukung dan melindungi pelakunya yang diwakili oleh Amerika dan Inggris,” kata al-Bukhaiti.

Dikatakannya setiap individu di dunia ini dihadapkan pada dua pilihan yang tidak ada pilihan ketiganya: berdiri bersama para korban genosida atau berdiri bersama para pelaku genosida.

Pejuang Houthi di Yaman selama berbulan-bulan telah meluncurkan drone dan rudal ke kapal-kapal di Laut Merah yang konon terhubung dengan Israel, sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina di tengah kehancuran Israel di Gaza dan rakyatnya.  sin

Related posts

Surabaya Kenalkan Dapur Kita, Laboratorium Penyelesaian Masalah dengan Permakanan

redaksiWD

Kapolri Mutasi Ketua KPK Firli Bahuri

redaksiWD

Siap-siap, WhatsApp Hanya Bisa Digunakan di Ponsel Tertentu per 1 November 2021

redaksiWD