Sri Radja Ungkap Muncul Skenario Suksesi Kapolri dan Kandidat Kuda Hitam Pilihan Prabowo

Istimewa
Dokumentasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja.

JAKARTA (wartadigital.id)  –  Di balik layar wacana reformasi Polri, bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai memanas.

Menurut mantan perwira intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa, saat ini tengah terjadi adu kuat antara dua kubu, yakni kubu Listyo Sigit yang telah menyiapkan ‘putra mahkota’, dan kubu Presiden Prabowo Subianto yang disebut memiliki kandidat ‘kuda hitam’.

Bacaan Lainnya

Persaingan ini dinilai akan menjadi penentu arah reformasi Polri ke depan. Apakah akan terjadi perubahan fundamental atau sekadar melanjutkan status quo di bawah kepemimpinan baru yang telah dipersiapkan secara sistematis.

Sri Radjasa mengungkap bahwa Kapolri Sigit diduga telah mempersiapkan skenario suksesi untuk memastikan kelangsungan agenda dan perlindungan bagi kelompoknya. “Dua nama perwira tinggi disebut telah digadang-gadang untuk melanjutkan estafet kepemimpinan,” katanya, Kamis (25/9/2025).

Dua perwira tinggi dimaksud adalah Komjen Dedi Prasetyo, saat ini menjabat sebagai Wakapolri. Dan Komjen Suyudi Ario Seto, saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menurut Sri Radjasa, karier kedua perwira ini sangat ditentukan oleh Kapolri Sigit, termasuk penempatan mereka di posisi strategis saat ini. Ia mengklaim bahwa akselerasi karier keduanya, terutama pengangkatan Suyudi yang disebutnya menimbulkan konflik, merupakan bagian dari upaya terstruktur untuk memuluskan jalan mereka sebagai calon Kapolri atau Wakapolri di masa depan.

Upaya ini, lanjutnya, diperkuat dengan taktik fait accompli dengan menyebarkan isu bahwa nama Dedi dan Suyudi telah diusulkan Presiden ke DPR. “Saya berdasarkan keterangan dari pihak DPR, nggak ada surat itu,” tegas Sri Radjasa, menuding isu tersebut adalah upaya untuk mem-framing dan memojokkan Presiden.

Di sisi lain, Presiden Prabowo disebut tidak akan mengikuti skenario tersebut dan telah memiliki calonnya sendiri yang masih dirahasiakan. Sri Radjasa memberikan beberapa petunjuk kunci mengenai sosok ‘kuda hitam’ ini adalah masih berpangkat Bintang Dua (Inspektur Jenderal Polisi). Merupakan perwira penerima penghargaan Adhi Makayasa. Saat ini sedang menjabat sebagai Kapolda.

Sri Radjasa menambahkan, kandidat ini sadar bahwa dirinya tengah menjadi target. “Sampai hari ini yang bersangkutan selalu dicari kesalahannya oleh kelompok Sigit,” ungkapnya.

Meskipun masih berpangkat Bintang Dua, ia meyakini peluangnya tetap besar karena dalam sejarah Polri, pernah terjadi kenaikan pangkat kilat dalam dua hari dari Bintang Dua menjadi Bintang Empat untuk menjabat Kapolri, karena hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. ins

Pos terkait