
BANGKALAN (wartadigital.id) – Sumur bor milik warga mengeluarkan cairan menyerupai minyak mentah di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur menyelidiki keberadaan sumur tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Bagian Perekonomian Pemkab Bangkalan sebagai dasar pelaporan ke Bagian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jawa Timur.
“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan DLH dan Bagian Perekonomian Pemkab Bangkalan sebagai dasar pertimbangan laporan ke ESDM Pemprov Jatim. Agar dilakukan uji laboratorium,” kata Zainul, Kamis (8/1/2026) malam.
Ia menjelaskan, sumur bor tersebut milik seorang warga bernama Auda (43). Peristiwa itu terjadi saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 105 meter.
Tiba-tiba, pipa pengeboran mengeluarkan cairan berwarna cokelat yang menyerupai minyak mentah dan diketahui dapat terbakar. Kejadian tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga bahkan sempat mengambil cairan tersebut dan melakukan uji coba dengan cara dibakar. “Kejadiannya tadi pagi, dan saat ini lokasi sumur bor yang keluar minyak itu sudah kami tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurut Zainul, pihak BPBD juga telah mengambil sampel cairan yang diduga minyak tersebut. Guna diuji di laboratorium ESDM Pemprov Jawa Timur untuk memastikan kandungan dan tingkat bahayanya.
Aparat kepolisian dari Polres Bangkalan telah memasang garis polisi di sekitar lokasi sumur bor guna mencegah warga mendekat. “Petugas kepolisian sudah memasang garis polisi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan risiko keselamatan,” katanya.
Zainul menambahkan, kasus sumur bor warga yang mengeluarkan cairan menyerupai minyak mentah bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Bangkalan. Sebelumnya, pada September 2025, peristiwa serupa juga terjadi.
Tepatnya, di Dusun Lonbilleh, Desa Tramok, Kecamatan Kokop, saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 59 meter. Pemkab Bangkalan saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. rai, bal