wartadigital.id
Headline Nasional

Warga Dikasih Beras 5 Kg dan Minyak 2 Liter, Syaratnya Teken Kontrak Coblos Nomor Dua

Istimewa
Informasi viral ini diunggah oleh akun X (Twitter) dengan nama akun @Murtadha**e1. Dalam unggahannya, ia memuat foto satu formulir yang berisi perjanjian terkait pilihan dalam Pilpres 2024.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Beredar informasi viral isu bantuan sosial (bansos) digunakan untuk kecurangan Pemilu Pilpres (Pilpres) 2024. Masyarakat boleh menerima bansos asalkan mencoblos pasangan calon (paslon) tertentu.

Informasi viral ini diunggah oleh akun X (Twitter) dengan nama akun @Murtadha**e1. Dalam unggahannya, ia memuat foto satu formulir yang berisi perjanjian.

Ia jelaskan dalam perjanjian tersebut, masyarakat akan mendapatkan bansos berupa beras dan minyak goreng. Tapi mereka harus mencoblos paslon nomor dua, Prabowo-Gibran.

“Dapat info saat ini serangan bantuan sosial (bansos) dari paslon nomor urut dua sudah masuk ke RT-RT di Jakarta. Warga yang cuman menerima 5 kg beras dan minyak goreng 2 liter harus mengisi form dan ‘teken kontrak’ dengan tanda tangan untuk menangkan paslon nomor urut dua,” ujarnya pada akun X dikutip, Jumat (5/1/2024).

Dalam foto memang terlihat ada formulir fotokopi dengan gambar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di bagian tengah atas.

Kemudian formulir tersebut berisikan data seperti : Nama KK, No NIK, No HP, Anggota DPT di KK, TPS, dan alamat. Berisikan perjanjian di bawahnya. “Bersama ini saya dan anggota keluarga yang terdaftar di DPT siap memenangkan pasangan calon Capres Cawapres tahun 2024, Nomor urut 2 sesuai yang tersebut di atas.”

Tanda tangan di formuliar akan dilakukan oleh petugas posko dan kepala keluarga yang berarti seluruh anggota keluarganya juga harus coblos Prabowo-Gibran.

Netizen pun mengomentari isu bansos yang digunakan untuk pemenangan Prabowo-Gibran ini. Banyak yang menyanyangkan perbuatan tersebut.

Gila ini gila,” ucap akun @DS_yant**

“Makin ke sini makin maksa saja nih paslon. Kecurangan di mana-mana. Parahnya alat negara semua digunakan untuk pemenangan,” tutur akun @alamal**ow.

“Ini salah satu alasan mengapa bansos jangan di bagikan ketika musim kampanye. Karena akan ditunggangi bos,” ucap netizen lainnya. pkr

 

Related posts

Sebelum Penjurian Sido Resik, Ning Sasha Tinjau Wisata Kali Cerung Desa Kemantren Tulangan

redaksiWD

Positivity Rate Jatim di Bawah 5% Sesuai Standar WHO, Sisakan 4 Daerah Level 4

redaksiWD

Khofifah Optimistis Keperawatan Masa Depan Mampu Jawab Tantangan Kesehatan Global

redaksiWD