wartadigital.id
Headline Teknologi

8 Platform Ini Bakal Diblokir Kominfo

8 PSE yang terancam diblokir oleh Kemenkominfo di antaranya amazon.com.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memutuskan akses Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat yang belum mendaftar mulai hari ini, Sabtu (30/7/2022).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada para PSE yang mengoperasikan SE terpopuler pada 22 Juli 2022 dan memberitahukan kembali kewajiban PSE untuk segera melakukan pendaftaran SE yang dioperasikan dalam waktu 5 hari terhitung sejak 25 Juli 2022.  “Artinya, batas waktu pendaftaran terakhir adalah kemarin pukul 23.59 WIB,” katanya.

Adapun ke-10 PSE yang dimaksud Semuel antara lain Amazon Inc untuk layanan e-commerce, Paypal, Yahoo search engine, Bing search engine, Epic Games, Steam gim online, Dota gim online, CS gim online, Battle Net, dan Origin.

Berdasarkan pantauan  pada laman pse.kominfo.go.id, Sabtu (30/7/2022), dua platform sudah mendaftar di laman PSE, yaitu Microsoft BING search engine dan gim Battlenet. Sedangkan 8 PSE yang terancam diblokir oleh Kemenkominfo yakni Amazon.com, Paypal,  yahoo.com ,  Epic Games, Steam, Dota, CS, Origin.

Sebagai informasi, pemutusan akses terhadap sistem elektronik yang belum melakukan pendaftaran tidak bersifat permanen. Kemenkominfo dapat kembali membuka akses atau normalisasi setelah PSE terkait menyelesaikan proses pendaftaran dan mengirimkan informasi Tanda Daftar PSE melalui email:aduanpseprivat@kominfo.go.id.

Adapun pendaftaran PSE ini dilakukan melalui Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Berbasis Risiko atau Online Single Submission Risk-Based (OSS RBA) pada laman oss.go.id. bis, set

 

Related posts

UNCDF Gandeng CROWDE Entaskan Kemiskinan Kaum Perempuan di Masa Pandemi

redaksiWD

FWD Insurance dan Kredit Pintar Menjawab Tantangan Proteksi Pinjaman Online

redaksiWD

Kondisi Disebut Mengkhawatirkan, Kedubes AS Minta Warganya Tinggalkan Afghanistan

redaksiWD