wartadigital.id
Headline Nasional

Dipecat Sepihak KPK, Novel Baswedan Kini Jadi YouTuber Antikorupsi

Dok WD
Novel Baswedan

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai melakukan aktivitas barunya setelah dipecat sepihak dari lembaganya pada akhir September 2021. Novel kini mencoba kegiatan baru menjadi seorang YouTuber dengan membuat akun YouTube namanya sendiri.

Novel telah mengunggah video pertamanya yang hingga hari ini, Jumat (15/10/2021) pukul 10.00 telah dilihat 7.300 orang dan disukai oleh 2.200 orang. Hingga Jumat siang, sekitar pukul 11.27, akun YouTube Novel Baswedan pun sudah memiliki 3.820 subscriber.

Dalam video pertama yang berdurasi lima menit 51 detik tersebut, Novel menyampaikan chanel YouTube resmi miliknya tersebut akan banyak bicara seputar penanganan korupsi.  Ia mengungkapkan, agar publik bisa lebih masif dan memberikan dukungan terhadap masalah antikorupsi.

“Isu antikorupsi isu yang sangat penting. Karena ketika bicara kemajuan negara, hampir selalu ada masalah korupsi di sana. Begitu juga dengan masalah penegakan hukum, bayangkan ketika penegakkan hukum banyak terjadi korupsi maka ada ketidakadilan, ada pelanggaran HAM dan itu sering kali mengganggu kita,” kata Novel.

Novel menegaskan bahwa video-video yang akan diunggah dalam channel YouTube akan banyak membahas terkait antikorupsi, investigasi dan integritas. Wadah ini diharapkan bisa bermanfaat dan mengedukasi publik.

Novel mengaku setelah tidak lagi bekerja di KPK menjadi orang yang bebas, sehingga tidak lagi terikat dengan aturan-aturan etik yang ada di KPK sehingga  pembicaraan mengenai antikorupsi akan lebih luas.

“Sehingga saya berbicara dalam forum-forum yang lebih bebas dan semoga saja itu bisa membantu membawa kemanfaatan,” ujarnya. viv

Related posts

FK Unair Raih Dua Penghargaan Internasional pada Gelaran SIMPIC 2021

redaksiWD

Julie Estelle Menikah dengan Pebalap David Tjiptobiantoro di Maldives

redaksiWD

Khofifah Tinjau Vaksin di Ponpes Lirboyo, Dua Hari Vaksinasi Targetkan 5 Ribu Santri

redaksiWD