wartadigital.id
Headline Manca

Eropa Mulai Diserang Wabah Flu Burung, Waspada Ancaman Pandemi Baru

AP
Eropa saat ini menghadapi rekor wabah flu burung yang telah membunuh ribuan burung camar dan spesies lainnya.

 

STOCKHOLM (wartadigital.id) – Norwegia dan Finlandia menghadapi rekor wabah flu burung tahun ini yang telah membunuh ribuan burung camar dan spesies lainnya, membahayakan ternak dan membatasi perjalanan di beberapa daerah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan ancaman pandemi baru tersebut. Avian influenza, biasa disebut flu burung, telah beredar di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan pemusnahan jutaan unggas pada Mei dan Juni di peternakan Prancis saja dan mempengaruhi pasokan daging dan telur unggas.

Pejabat di kota Kutub Utara Vadso, bagian dari daerah Finnmark Norwegia, mengatakan mereka telah mengumpulkan lebih dari 10.000 burung mati di daerah tersebut dan Otoritas Keamanan Pangan Norwegia pada Kamis lalu memberlakukan larangan perjalanan yang mencakup tiga cagar alam. “Wabah yang kita lihat di berbagai tempat di Finnmark tahun ini jauh lebih besar daripada yang kita lihat di masa lalu di Norwegia,” kata Ole-Herman Tronerud, kepala petugas hewan di otoritas Keamanan Pangan Norwegia dilansir Reuters seperti dikutip, Sabtu (29/7/2023).

Wabah virus H5N1 telah menyebar di antara unggas dan burung liar selama bertahun-tahun tetapi ada wabah sporadis yang dilaporkan secara global pada mamalia seperti kucing, cerpelai, dan berang-berang. Negara tetangga Finlandia juga mengatakan burung liar sangat terpengaruh dan strain H5N1 kini telah ditemukan di 20 peternakan bulu, naik dari 12 awal pekan ini. “Patogen itu dikonfirmasi sebagai varian yang beredar terutama di antara burung camar,” kata Kementerian Urusan Sosial dan Kesehatan Finlandia.

Tiga badan PBB bulan ini memperingatkan bahwa wabah secara global menimbulkan kekhawatiran bahwa virus mungkin lebih mudah beradaptasi untuk menginfeksi manusia, dan mendesak negara-negara untuk memperkuat pengawasan penyakit dan meningkatkan kebersihan di peternakan unggas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa risiko terhadap manusia dari H5N1 tetap rendah, tetapi laporan infeksi pada mamalia perlu dipantau secara ketat. sin, rtr

 

Related posts

Jumlah Pejabat Minim, Delapan Jabatan Kepala OPD di Pemkab Trenggalek Kosong

redaksiWD

Stabilkan Harga Sembako, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Pangan Murah

redaksiWD

Nyaleg dan Jadi Tim Sukses, PBNU Nonaktifkan 63 Pengurus Termasuk Khofifah

redaksiWD