wartadigital.id
Ekbis Headline

Harta Mark Zuckerberg Kehilangan Nyaris Rp 100 Triliun Buntut Facebook cs Tumbang

Mark Zuckerberg

 

WASHINGTON (wartadigital.id)  – Harta kekayaan bos Facebook, Mark Zuckerberg disebut terus menurun. Hal itu akibat tiga platformnya, Facebook, WhatsApp dan Instagram kompak down alias tumbang kurang lebih 6 jam lamanya pada Senin (4/10/2021) malam.

Karena kejadian itu, Mark Zuckerberg mengalami kerugian hingga  5,9 miliar dolar AS atau Rp 85 triliun. Bloomberg menyebut kerugian Zuckerberg terus meningkat hingga  7 miliar dolar AS atau setara Rp 99,4 triliun. Hampir Rp 100 triliun Mark Zuckerberg kehilangan hartanya hanya dalam semalam.

Kerugian itu terjadi karena saham Facebook yang diperdagangkan pada hari Senin pun anjlok hingga 4,9%. Ada dua penyebab yang membuat saham Facebook tertekan. Pertama, akibat lamanya tumbang media sosial itu dan kedua diperkirakan banyak perusahaan yang ikut merugi puluhan juta dolar.

Forbes mencatat kekayaan Zuckerberg menjadi  117 miliar dolar AS dan menjadi orang terkaya keenam di dunia. Bos Facebook lainnya, Chief Operating Officer (COO) Facebook Sheryl Sandberg kekayaannya juga menyusut menjadi  1,9 miliar dolar AS.

Ini bukan kejadian pertama Facebook tumbang. Pada 2019 juga pernah tumbang selama 14 jam. Lalu 2008 pernah tumbang gara-gara mati listrik terjadi seharian di negara asal perusahaan. Alhasil menyebabkan sistem internal Facebook terganggu, bahkan karyawan Facebook juga tidak bisa mengecek email dan sistem lainnya.

Sebelum anjlok gara-gara sistem, saham Facebook sempat berjaya. Pada Senin saham Facebook ditutup 326 dolar AS, angka itu melonjak 150%.

Untuk diketahui, Facebook, WhatsApp, dan Instagram sempat tumbang dengan waktu yang cukup lama, yakni 6 jam. Pantauan di Downdetector, gangguan akses ketiga layanan tersebut terjadi Senin (4/10/2021) mulai pukul 23.00 WIB.

Tidak hanya di Indonesia, masalah juga terjadi di seluruh dunia. Kendala koneksi ke server menjadi yang paling banyak dikeluhkan pengguna WhatsApp. Selain itu mereka mengaku tidak bisa menerima pesan dan mengakses aplikasi.

Pihak Facebook belum mengungkap penyebab masalah yang terjadi di semua produknya. Namun sempat mengonfirmasi adanya gangguan akses pada penggunanya. “Kami menyadari bahwa beberapa orang mengalami kesulitan mengakses aplikasi dan produk kami. Kami sedang berupaya agar semuanya kembali normal secepat mungkin, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis Facebook di Twitter.

Berhenti Tergantung Teknologi AS

Sementara itu Rusia ikut buka suara terkait gangguan sejumlah aplikasi milik raksasa media sosial AS, Facebook selama beberapa jam. Juru  Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menjelaskan apa yang dialami Facebook dan ‘keluarganya’ termasuk Messenger, WhatsApp, dan Instagram harus menjadi pengingat agar negaranya mengurangi ketergantungannya pada raksasa teknologi Amerika dan meningkatkan infrastruktur domestik mereka sendiri.

“Kita harus memahami bahwa pemadaman seperti itu dapat terjadi kapan saja, berdasarkan proses yang sekarang mendapatkan momentum di AS,” kata Zakharova, seperti dikutip dari Russian Today, Selasa (5/10/2021).

Zakharova mengatakan kemarin mereka menunjukkan segalanya kepada Anda. “Kami tidak memotong diri kami sendiri, tetapi teknologi mereka gagal sedemikian rupa sehingga tiga setengah miliar orang terputus,” ujarnya.

Rusia telah mengumumkan akan mengambil langkah-langkah untuk menegaskan kontrol lebih besar atas jaringan media sosial yang beroperasi di negara itu, serta memperluas infrastruktur internetnya sendiri, terpisah dari web lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Moskow telah berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur online domestiknya, yang diharapkan akan memungkinkan internet negara itu berfungsi secara mandiri jika terjadi krisis.

Februari lalu, mantan Presiden yang sekarang menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan bahwa sebagai upaya terakhir yang drastis, negara tersebut dapat memutuskan akses ke servernya di luar perbatasannya, melewati hak utama untuk mengontrol yang saat ini ada di tangan AS.

“Sangat berpotensi,bisa jadi sesuatu yang luar biasa terjadi, semuanya benar-benar meledak, (dan) bahwa kunci untuk melakukan sesuatu tentang itu ada di luar negeri. Tentu saja, kami punya rencana bagaimana untuk bertindak dalam situasi seperti itu,” ujarnya.

Setelah pemadaman Facebook dan ‘keluarganya’, Zakharova mengatakan bahwa kesalahan dan pemutusan tidak hanya tentang kehilangan komunikasi, tetapi dapat menyebabkan beberapa kehilangan bisnis penting. riz, det, rmo

Related posts

Kualifikasi Piala Dunia 2022, Italia Menang 2-0 atas Irlandia Utara

redaksiWD

BI Resmikan Distribution Center KSBP Jatim di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan

redaksiWD

Dibuka 27 September, Fesyar Regional Jawa Tahun 2021 Digelar Secara Hybrid

redaksiWD