wartadigital.id
Headline Pantura

Persiapan Eksekusi, Pengadilan Niaga Surabaya Mulai Inventaris Hotel Milik Pemkab Bojonegoro

Petugas Pengadilan Niaga Surabaya mendatangi managemen PT Griya Dharma Kusuma (GDK)  untuk melaksanakan inventarisasi hotel GDK, Jumat (3/9/2021).

 

BOJONEGORO (wartadigital.id) – Tiga petugas dari Pengadilan Niaga Surabaya mendatangi managemen PT  Griya Dharma Kusuma (GDK), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro untuk melaksanakan inventarisasi hotel GDK, Jumat (3/9/2021). Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti permohonan eksekusi yang diajukan penggugat atas perkara perdata khusus PHK sepihak dan gaji yang diperjanjikan tidak dibayarkan.

Hanya sayangnya, tidak ada satupun perwakilan dari management PT GDK yang menemui ketiga petugas Pengadilan Niaga Surabaya. Selain tiga petugas dari PN Niaga Surabaya, hadir dalam proses eksekusi tersebut dua orang penggugat PT GDK, Dewi Ningsih dan Christian Wely Welfreda.

Soal ketidakhadiran pihak tergugat PT GDK, Joko Subagio, petugas PN Surabaya yang melakukan pendataan inventaris barang di hotel GDK, tidak menjadi masalah. Karena tugasnya di hotel GDK hanya melakukan inventarisasi barang.  “Tugas kami hanya mencatat saja,” kata Joko Subagio,  Jumat (3/9/2021).

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Dewi Ningsih, salah satu penggugat mengatakan kedatangan petugas dari Pengadilan Niaga Surabaya ke hotel GDK ini untuk melakukan pencatatan inventarisasi harta milik GDK. Dan selanjutnya dilakukan eksekusi.

Menurut pengakuan Dewi Ningsih, dia telah bekerja selama 3 tahun di hotel GDK. Namun saat ia diputus hubungan kerja oleh management GDK, gaji dan uang servis yang seharusnya menjadi haknya tidak dibayarkan oleh PT GDK. “Total semuanya sekitar Rp  80 juta,” terang Dewi.

Dewi berharap management hotel GDK segera memenuhi hasil putusan Pengadilan Niaga Surabaya. Diberitakan sebelumnya, hanya gara-gara tidak mampu membayar utang gaji dan pesangon pada karyawan yang diputus hubungan kerja. Hotel GDK milik Pemkab Bojonegoro terancam dieksekusi sita oleh Pengadilan Negeri Surabaya.

Data yang dikutip dari laman Pengadilan Negeri Surabaya, Management Hotel GDK, 2019 lalu telah digugat dalam dua  perkara perdata khusus oleh eks karyawan hotel tersebut karena tidak memenuhi kewajibannya dalam pembayaran pesangon dan gaji terhadap karyawan yang diputus hubungan kerja.

Gugatan perkara perselihan pemutusan hubungan kerja ini didaftarkan oleh Jenita Ika Rosana melawan PT Griya Dharma Kusuma pada 18 Juni 2019, dengan nomer regester 73/Pdt.Sus-PHI/ 2019/ PN Sby dalam gugatan pemutusan hubungan kerja sepihak.

Dan gugatan lainnya diajukan oleh Dewi Ningsih, Khoirul Anam dan Christian Weli Welfreda melawan tergugat PT Griya Dharma Kusuma, Bojonegoro, pada 11 September 2019. Dengan nomer regester perkara 98/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Sby. dalam gugatan perkara perselisihan hak pekerja yang sudah diperjanjikan tidak dipenuhi.

Atas gugatan yang diajukan oleh kedua penggugat tersebut majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan mengabulkan gugatan tersebut dan menyatakan memerintahkan pihak tergugat PT Griya Dharma Kusuma, untuk memenuhi kewajibannya membayar gaji dan pesangon serta uang servis yang belum dibayarkan kepada penggugat. hud

Related posts

Novel Cs Dipecat dengan Dalih Tak Lolos TWK, Pengamat Hukum Kritik Itu Akal-akalan Pimpinan KPK

redaksiWD

Bakal Syuting Film ‘Lara Ati’ di Surabaya, Bayu Skak Kulonuwun ke Pemkot

redaksiWD

Dukung Wisata Premium Labuan Bajo, Pertamina – Pelindo III Sinergi Bangun Infrastruktur BBM

redaksiWD