wartadigital.id
Ekbis Headline

Senasib dengan Bandara Kertajati, Satu-satunya Maskapai di Bandara JB Soedirman Berhenti Operasi

Istimewa
Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga.

 

PURBALINGGA (wartadigital.id)  – Kabar Maskapai Citilink yang menyetop operasinya di Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga terungkap dari pernyataan pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo lewat akun media sosialnya.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo membenarkan kabar setop beroperasinya Citilink ketika hendak memesan jadwal penerbangan ke wilayah tersebut pada pekan depan.

Saat hendak memesan melalui aplikasi pemesanan tiket daring, ternyata tidak ada tiket yang dijual  untuk rute penerbangan tersebut. Padahal Citilink merupakan satu – satunya maskapai yang beroperasi dan melayani rute Jakarta – Purbalingga – Surabaya. “Saat saya konfirmasi ke Citilink. Memang sudah setop terbang sampai Oktober ini,” ujarnya, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, alasan Citilink menyetop rute penerbangannya ke wilayah lantaran tingkat permintaan yang rendah. Dia pun menyayangkan kondisi tersebut.

Hal tersebut menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan bukti nyata bahwa pembangunan bandara tanpa studi kelayakan yang rinci dan hanya mementingkan kecepatan hanya menghamburkan uang dan merugikan negara. “Semoga nasibnya tidak seperti Bandara Kertajati,” imbuhnya.

Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga telah mulai diaktifkan per 1 Juni 2021 lewat penerbangan berjadwal yang telah dilayani oleh Citilink. Bandara ini baru diresmikan pada 3 Juni 2021.

Sebelumnya, Executive General Manager Bandara Jenderal Besar Soedirman Catur Sudarmono mengatakan di tengah pandemi ini konektivitas penerbangan di Purbalingga tetap terjaga. Saat ini bandara berkode PWL tersebut memulai konektivitas dari Barat ke Timur di Jawa, melalui rute penerbangan Jakarta – Purbalingga – Surabaya.

Menurutnya, slot penerbangan yang tersedia di Bandara Jenderal Besar Soedirman saat ini adalah rute Jakarta – Purbalingga – Surabaya dan Surabaya – Purbalingga – Jakarta.

Catur memaparkan sejak pertama kali akses penerbangan dibuka pada Juni 2021, pergerakan penerbangan di Purbalingga semakin tumbuh. Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pasar penerbangan di Purbalingga adalah warga asli Purbalingga yang merantau atau bekerja di kota-kota lainnya.

“Trafik di bandara ini biasanya cukup tinggi pada akhir pekan didominasi oleh warga yang pulang ke Purbalingga dan kota sekitar setelah sepekan bekerja di luar kota. Biasanya mereka butuh waktu berjam-jam jika melalui darat, kini dengan adanya bandara hanya cukup kurang dari sekitar 1 jam penerbangan. Bandara ini sudah ditunggu kehadirannya oleh masyarakat dari 15 tahun silam,” jelasnya.

Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan bandara yang memiliki tugas untuk memperluas konektivitas penerbangan di Jawa Tengah bagian Selatan, membuka akses penerbangan di Purbalingga dan kota-kota sekitarnya seperti Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Karesidenan Banyumas.

Selama ini, lanjutnya, rute penerbangan di Jawa banyak dilakukan melalui bagian utara. Dengan adanya Bandara Jenderal Besar Soedirman maka pergerakan penerbangan di bagian Selatan akan meningkat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Di samping itu, Bandara Jenderal Besar Soedirman tentunya juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Purbalingga dan kota-kota sekitarnya.

Bandara Jenderal Besar Soedirman memiliki runway dengan dimensi 1.600 x 30 meter dan apron 69 x 103 meter. Keberadaan bandara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh dari Pemkab Purbalingga yang menyediakan terminal penumpang sementara berukuran 20 x 20 meter.

Adapun ke depannya, sudah direncanakan pembangunan terminal hingga berkapasitas 300.000 penumpang/tahun.

Sementara itu, Station Manager Citilink Purbalingga Muhamad Mulyanudin menuturkan dalam melayani penerbangan Jakarta – Purbalingga – Surabaya dan sebaliknya, Citilink menggunakan pesawat turbo propeller ATR 72-600 berkapasitas sekitar 72 kursi penumpang. Citilink telah mendapat slot penerbangan pada Kamis dan Sabtu untuk mengoperasikan rute Jakarta – Purbalingga – Surabaya dan sebaliknya. bis

Related posts

Tim Mahasiswa ITS Gagas Ide Emisi Nol Karbon

redaksiWD

Ngantor Hari Kedua di Kelurahan, Eri Cahyadi Minta Semua Pelayanan Administrasi via Aplikasi

redaksiWD

Taliban Menggila, Sukses Rebut Kandahar dan Herat

redaksiWD