2 Terduga Penista Agama Lomba Ngaji Berhadiah Miras Dibawa ke Polda Metro Jaya

Istimewa
terduga pelaku penistaan agama berinisial R dan E dibawa ke Polda Metro Jaya.

JAKARTA (wartadigital.id) – Dua terduga pelaku penistaan agama berinisial R dan E dibawa ke Polda Metro Jaya. Hal itu dilakukan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penistaan agama dalam kegiatan Festival Musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

R dan E tiba di Polda Metro Jaya dengan mengenakan kemeja, jaket, topi, serta masker saat dibawa masuk ke gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Keduanya tampak tertunduk dan tidak banyak memberikan respons kepada awak media.

Bacaan Lainnya

Saat ditanya mengenai dugaan sayembara menghafal Surat Ad-Dhuha yang dikaitkan dengan perkara tersebut, R dan E memilih bungkam. Keduanya tidak memberikan keterangan dan langsung berjalan menuju ruang pemeriksaan.

Kasus tersebut mencuat setelah muncul dugaan aksi yang dinilai menistakan agama dalam kegiatan Festival Musik The Sounds Project di kawasan Ancol. Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan untuk mengusut dugaan tindak pidana tersebut. Dari penyelidikan, polisi mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat, yakni R dan E.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin sebelumnya mengatakan polisi telah memeriksa pihak penyelenggara kegiatan serta pemilik merek minuman keras yang diduga berkaitan dengan challenge tersebut. “Ya, tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan pengambilan keterangan terhadap penyelenggara maupun pemilik brand. Kami sudah mengidentifikasi siapa yang melakukan challenge tersebut,” kata Iman kepada wartawan.

Pemeriksaan terhadap R dan E dilakukan untuk mendalami peran keduanya dalam dugaan aksi penistaan agama tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dan bukti terkait kegiatan yang berlangsung dalam Festival Musik The Sounds Project.

Kombes Pol Iman Imanudin menegaskan kepolisian akan melakukan penegakan hukum secara tegas apabila ditemukan unsur tindak pidana dalam perkara tersebut. Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga untuk mengungkap secara lebih jelas rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.

Rumah MC di Bekasi Digeruduk Massa

Saat bersamaan, media sosial (medsos) dihebohkan dengan aksi massa yang diduga mendatangi rumah master of ceremony (MC) pembuat challenge hafalan Al- Qur’an Surat Ad Dhuha berhadiah minuman keras (miras). Peristiwa itu terjadi di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026) malam.

Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah massa dari beberapa organisasi masyarakat (ormas) terlihat mendatangi rumah MC tersebut sekitar pukul 19.30 WIB. Aksi itu diduga karena keresahan massa dengan challenge berhadiah miras yang sebelumnya viral.

Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi mengatakan polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mencegah terjadinya keributan. Polisi kemudian memberikan penjelasan kepada massa hingga akhirnya mereka membubarkan diri. “Jadi mereka itu kan nggak paham, makanya saya kasih pemahaman akhirnya mereka membubarkan diri,” kata Akhmadi saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Akhmadi menjelaskan, rumah yang didatangi massa bukan merupakan tempat tinggal MC tersebut. Rumah itu merupakan kediaman orang tua sang MC yang telah meninggal dunia. Meski demikian, MC tersebut terkadang masih datang ke rumah tersebut. “Jadi itu adalah rumah orangtuanya, tapi orangtuanya meninggal, tapi dia suka ke situ,” ujar Akhmadi.

Saat massa datang, MC yang menjadi sasaran juga tidak berada di lokasi. Polisi kemudian meminta massa membubarkan diri karena persoalan tersebut telah ditangani oleh kepolisian. “Saya kasih pemahaman, bahwa itu sudah ditangani sama polisi,” ucapnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan aksi challenge yang diduga dibuat oleh salah satu brand minuman keras. Dalam video yang viral, peserta ditantang menghafalkan Surat Ad-Dhuha untuk mendapatkan hadiah berupa minuman beralkohol.

Aksi tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena dianggap mencampurkan aktivitas keagamaan dengan promosi minuman keras. Polisi juga telah turun tangan melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Sejumlah saksi dari acara konser The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, telah dimintai keterangan.

Di tengah derasnya kecaman, The Sounds Project mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Melalui pernyataan resminya, The Sounds Project mengaku membutuhkan waktu sebelum memberikan klarifikasi. Pihak penyelenggara mengatakan kejadian tersebut melibatkan banyak pihak, sehingga mereka perlu memastikan fakta yang sebenarnya sebelum mengambil sikap.

“Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan,” tulis The Sounds Project, dikutip Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, Newport selaku brand miras yang dilibatkan dalam challenge tersebut juga telah buka suara. Manajemen Newport menegaskan aktivitas membaca Alquran tersebut bukan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh brand.

Menurut pihak Newport, aksi tersebut muncul secara spontan dari salah seorang pengunjung yang berada di lokasi. “Kami perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” tulis manajemen Newport dalam pernyataan resminya.

Penjelasan Newport tersebut sejalan dengan keterangan MC yang bertugas di booth saat kejadian, Ega. Dia mengungkap seorang pengunjung tiba-tiba mengambil alih mikrofon miliknya ketika acara memasuki jeda. Pengunjung tersebut kemudian membuat sayembara kepada pengunjung lainnya untuk melafalkan salah satu surat dalam Alquran.

Ega mengakui lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut setelah mengetahui adanya sayembara. Dia juga menegaskan pihak brand tidak memiliki sangkut paut dengan aksi tersebut. ine, ins

 

 

 

 

ine

 

Pos terkait