2026, Kota Malang Bidik 3,4 Juta Kunjungan Wisatawan 

Suasana Kajoetangan Heritage adalah salah satu destinasi wisata bersejarah yang terletak di Kota Malang,

KOTA MALANG (wartadigital.id)  – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Jawa Timur, membidik angka kunjungan wisatawan pada 2026 mencapai 3,4 juta orang atau sama dengan realisasi pada periode 2025.

“Angka kunjungan wisatawan di Kota Malang pada 2025 mencapai 3,4 juta orang, sedangkan targetnya 3,3 juta orang. Pada 2026 kami menetapkan target 3,4 juta orang,” kata Kepala Disporapar Kota Malang Baihaki di Kota Malang, Kamis (8/1/2026).

Bacaan Lainnya

Penentuan target angka kunjungan wisata tidak sembarangan dilakukan karena pihaknya terlebih dahulu melihat pada angka realisasi sepanjang tahun 2025. Jika dipersentasekan maka capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada 2025 mencapai sekitar 103 persen dari target.

Berdasarkan rincian data yang diterima dari Disporapar Kota Malang, pada 2025 angka kunjungan masih didominasi oleh wisatawan nusantara yang sebanyak 3,3 juta orang. Sedangkan, wisatawan mancanegara sejumlah 78.298 orang. “Destinasi kami yang banyak dikunjungi adalah Kampung Kayutangan, bahkan selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai 5 ribu-6 ribu orang per hari. Itu sangat berkontribusi terhadap kunjungan wisata, di samping destinasi wisata Hawai dan Kampung Warna Warni yang juga bagus,” ujarnya.

Meski target meningkat dinas terkait tak melakukan pengembangan maupun penambahan destinasi wisata. Oleh karena itu, pihaknya memaksimalkan destinasi wisata yang telah ada dengan melakukan penguatan pada aspek perawatan agar tetap optimal dan menarik di mata pelancong.

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang turut menekankan kepada setiap pelaku usaha di bidang industri wisata, seperti agen perjalan, hotel dan restoran supaya terus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

Langkah tersebut sekaligus sebagai persiapan menghadapi musim liburan pada awal 2026, khususnya ketika Hari Raya Idul Fitri 1447 H. “Karena wisatawan harus memiliki kesan yang menyenangkan sehingga bisa kembali ke Kota Malang,” tuturnya. ara

Pos terkait