
SURABAYA (wartadigital.id) – Sebanyak 30 siswa SMA sederajat di Jatim ikut memeriahkan Lomba Kaligrafi di Grand City Mall, Jumat (25/9/2026) sore.
Kegiatan ini merupakan rangkaian gelaran FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Regional Jawa 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur selama 3 hari, 25-27 September 2026.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Agung Budi Laksono mengatan kegiatan ini digelar untuk mendorong agar masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat termasuk pelajar peduli dengan ekonomi syariah dan bisa mengembangkan ekonomi syariah.
“Penguatan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara lebih luas. Karena itu, edukasi sejak usia sekolah penting agar pemahaman mengenai ekonomi syariah tidak hanya berhenti pada sektor keuangan, tetapi berkembang menjadi bagian dari perilaku dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Agung.
Selain itu Lomba Kaligrafi ini sebagai syiar ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam bentuk visual. “Sekarang perkembangan beda, tidak hanya membaca tetapi juga bisa syiar dari gambar. Itu semua ada arti-arti tertentu yang memiliki nilai, pesan-pesan tertentu bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya,” kata Agung.
Karena itu menurut Agung, kegiatan ini tidak sekadar perlombaan tetapi ada nilai-nilai yang bisa didapatkan dan juga disampaikan kepada masyarakat bahwa kaligrafi tidak hanya kalam Ilahi tetapi mengandung ibadah karena mengajak ataupun menginspirasi kebaikan kepada orang lain.

Para siswa terlihat duduk lesehan di area lomba. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jatim, mulai Sidoarjo, Gresik, Malang, Jombang, Bangkalan, Tulungagung. Sementara keluarga terlihat menyemangati dari pinggir area lomba. Sebelum memasuki area lomba, keluarga tampak berbisik agar putera puteri mereka semangat menuntaskan lomba dan meminta mereka berdoa terlebih dahulu.
Panitia menyiapkan kanvas putih dan peralatan pendukung untuk melukis. Lafadz kaligrafi yang dilombakan Surat Al Qalam ayat 4. Setiap peserta mendapat waktu 2 jam untuk menyelesaikan lukisan kaligrafinya.
Penyelenggara juga melibatkan dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang kaligrafi untuk memastikan proses penilaian berjalan secara objektif dan berkualitas. Dewan juri yakni Ustad Sulaikhan dan Ustad Mohammad Yasfin Hanani. Beberapa kriteria dalam lomba di antaranya komposisi dan tata letak, harmoni dan kreativitas, ketepatan teks Al-Qur’an.
Salah satu peserta lomba, Farah Callista Putri dari SMAN 1 Waru mengaku antusias mengikuti lomba. “Saya akan berusaha, semoga menang,” katanya sebelum lomba.
Demikian halnya dengan Aria Hanan Akbar dari MAN I Tulungagung mengaku tertarik mengikuti lomba Kaligrafi. “Saya sudah mempersiapkan diri, menang atau tidak bagi saya tidak ada masalah. Yang penting sudah berusaha,” katanya. nti





