
NGANJUK (wartadigital.id) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan “Gerakan Budaya Gemar Membaca” yang berlangsung selama tiga hari, 23 hingga 25 April 2026.
Kegiatan dalam rangka memeringati Hari Jadi ke-1089 Nganjuk ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menumbuhkan minat baca masyarakat sejak usia dini hingga kalangan pelajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Alwiah Supu Yusuf, dalam sambutannya menegaskan literasi merupakan pondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Melalui Gerakan Budaya Gemar Membaca ini, kami ingin menanamkan kebiasaan membaca sejak dini hingga remaja. Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara bijak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dirancang dalam rencana kerja tahun 2026. Upaya itu diarahkan untuk meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya budaya baca yang kuat di Kabupaten Nganjuk.
Sebanyak 425 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, yang terbagi dalam beberapa kategori sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat RA/TK, sebanyak 150 peserta mengikuti festival mewarnai cerita bergambar sebagai pengenalan literasi visual. Sementara itu, 80 siswa SD/MI mengikuti lomba bertutur yang bertujuan melatih kemampuan komunikasi sekaligus pemahaman isi bacaan.

Di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK, masing-masing diikuti 60 peserta dalam lomba resensi buku. Kegiatan ini diarahkan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis serta memerdalam pemahaman terhadap isi bacaan. Tak hanya melibatkan siswa, kegiatan ini juga diikuti 75 tenaga pendidik melalui lomba menulis kisah inspiratif, sebagai bentuk penguatan peran guru dalam menggerakkan budaya literasi di sekolah.
Dalam kesempatan itu, Alwiah juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif mendampingi anak-anak dalam membiasakan membaca di rumah. Menurutnya, dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan pembentukan budaya literasi.
“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak membutuhkan contoh dan pendampingan agar membaca tidak hanya menjadi tugas sekolah, tetapi menjadi kebiasaan yang menyenangkan,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah sebagai ruang belajar terbuka yang inklusif. Dengan akses yang semakin mudah terhadap bahan bacaan, diharapkan minat baca masyarakat dapat terus meningkat.
Untuk menjaga kualitas pelaksanaan lomba, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang, mulai dari tingkat nasional, provinsi Jawa Timur, hingga jurnalis dan pegiat literasi. Kehadiran para juri ini diharapkan mampu menjamin penilaian yang objektif dan profesional.
Melalui kegiatan ini, Dinas Arpus Nganjuk berharap perpustakaan daerah dapat terus berkembang menjadi pusat literasi yang inklusif. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Nganjuk yang cerdas, kritis, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-1089 Nganjuk. juk
