90.974 Warga Terlayani, Dokter Muter dan Setor Madu Dorong Pencapaian CKG 2025 di Lumajang

 

Target layanan kesehatan mencapai 414.815 warga, atau 36 persen dari total 1.152.264 penduduk Lumajang

LUMAJANG (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Lumajang semakin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan merata melalui program Cakupan Kesehatan Gerakan (CKG/PKG) 2025. Tahun ini, target layanan mencapai 414.815 warga, atau 36 persen dari total 1.152.264 penduduk Lumajang, sesuai arahan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) dalam RPJMN pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Marfuah, Penanggung Jawab CKG Dinkes P2KB Lumajang, menjelaskan hingga 20 Agustus 2025, sebanyak 90.974 warga telah menerima layanan. “Setiap warga yang terlayani adalah bukti nyata komitmen kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (25/8/2025).

Untuk memercepat capaian target, Dinkes P2KB meluncurkan inovasi “Dokter Muter”, yaitu layanan kesehatan keliling yang menjangkau desa-desa terpencil. Layanan ini memungkinkan warga yang sulit mengakses fasilitas kesehatan tetap memperoleh pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, dan pengobatan dasar.

Selain itu, Dinkes juga menggandeng program Setor Madu sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan. Warga yang rutin memeriksakan kesehatannya melalui Dokter Muter dan program CKG bisa memperoleh madu sebagai tambahan nutrisi dan simbol kepedulian kesehatan.

“Inovasi ini sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan, sambil mendorong pola hidup sehat,” katanya.

Marfuah menegaskan bahwa kombinasi target jelas, inovasi layanan, dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan tidak hanya memenuhi angka, tetapi memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga Lumajang.

“Program CKG 2025 menjadi contoh bagaimana layanan kesehatan bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga pelosok desa,” tambahnya.

Dengan langkah strategis ini, Lumajang optimistis target 2025 dapat dicapai, dan setiap warga merasakan manfaat nyata dari layanan kesehatan yang merata, modern, dan inovatif. uja

Pos terkait