
Harga cabai di Jember terus merangkak naik karena banyak panen petani yang berkurang akibat musim hujan.
JEMBER (wartadigital.id) – Harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Jember merangkak naik menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 karena pasokan komoditas tersebut berkurang di pasaran. Pada saat bersamaan, di Jember saat ini tengah musim penghujan sehingga banyak cabai petani rusak dan imbasnya panen berkurang.
“Harga cabai mulai naik pada minggu ini karena pasokan dari petani terbatas, sehingga pedagang juga mulai mengurangi pembelian,” kata Wahid, pedagang cabai di Pasar Tanjung Jember, Jumat (3/12/2021).
Harga cabai rawit di Pasar Tanjung Jember pada Jumat ini naik dari Rp 36 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram dan harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari Rp 34 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Padahal sepekan lalu harga cabai rawit di pasaran berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan harga cabai merah besar masih fluktuatif pada kisaran Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan banyak cabai petani yang rusak, sehingga panen cabai yang dipasok ke pedagang berkurang karena sebagian hasil panen rusak,” tuturnya.
Ia menjelaskan harga cabai yang terus merangkak naik menyebabkan pedagang tidak berani membeli dalam jumlah banyak karena konsumen mengurangi pembelian dan komoditas cabai mudah busuk.
“Cabai rawit tidak bisa disimpan lama dan kalau tidak laku maka pedagang akan merugi banyak, sehingga kami menjual cabai dengan jumlah yang terbatas juga,” katanya.
Sementara Kasi Pengembangan Usaha dan Promosi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Disperindag Jember Eko Wahyu Septantono mengatakan harga cabai terus merangkak naik karena banyak panen petani yang berkurang akibat musim hujan.
“Hampir setiap tahun harga cabai naik saat musim hujan karena pasokan dari petani berkurang, sehingga stok di pedagang juga terbatas,” ujarnya.
Ia mengatakan petugas terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok dan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan seperti cabai rawit di Pasar Kebonsari, Pasar Kreyongan dan Pasar Tanjung yang menjadi sasaran survei harga bahan pokok setiap harinya.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok dan memastikan stoknya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2022,” katanya. nus, ant