Demo Ricuh, Massa di Depan Gedung DPR Bentrok dengan Polisi

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Unjuk rasa ribuan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (11/4/2022) berakhir ricuh. Aparat kepolisian yang berjaga bahkan sampai menembakan water cannon dan gas air mata ke arah massa.

Bacaan Lainnya

Massa pun langsung berhamburan ke berbagai arah. Sebagian massa terlihat banyak memasuki tol dalam kota hingga menyebabkan kemacetan.

Meski begitu aksi anarkis massa tidak berhenti. Salah satu voorijder yang tengah melintas di tol dalam kota bahkan diserang oleh massa. Beruntung anggota patwal polantas tersebut bisa menghindari dari serangan massa dan segera memacu kendaraannya, sehingga tidak sampai babak belur.

Kericuhan terjadi saat para pelajar STM baru saja tiba di depan Gedung DPR RI. Mereka mulai melemparkan botol minum dan batu ke arah aparat kepolisian. Teriakan juga imbauan “Jangan terpancing provokasi” dilontarkan aparat.

Namun, kerusuhan tak bisa dibendung lantaran massa mahasiswa ikut tersulut. Pantauan di lokasi, penjaga aparat kepolisian tampak beberapa kali menembaki gas air mata ke peserta aksi demo.

Salah satu peserta aksi yang tidak mau sebutkan namanya berteriak bak perang Rusia-Ukraina. “Ini kayak perang Rusia-Ukraina. Bedanya rakyat perang sama polisinya sendiri,” teriaknya.

Ribuan mahasiswa tampak memanjat pagar gedung DPR. “Hidup rakyat Indonesia, rapatkan barisan kawan-kawan,” teriak orator di atas mobil komando.

Ia mengatakan, demo 11 April ini dilakukan hanya untuk menyambung lidah masyarakat. “Masyarakat sudah susah oleh rezim ini, maka karena itu kawan-kawan mahasiswa turun ke jalan,” teriaknya lagi.

Mereka berharap ketua DPR dan para Anggota DPR lainnya untuk mendengarkan tuntutan aksi mereka. “Kami harap anggota dewan selaku wakil rakyat yang terhormat tidak menutup kuping mendengar suara rakyat. BBM naik, kebutuhan pokok naik dan minyak goreng langka,” ungkapnya.

Diketahui, BEM SI menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara Jakarta, Senin (11/4/2022) hari ini. Aksi demonstrasi mahasiswa ini diikuti ribuan mahasiswa yang berasal dari 18 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia.

Koordinator BEM SI 2022 Luthfi Yufrizal menyampaikan, terdapat enam poin utama dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Salah satunya yakni mendesak Presiden Jokowi untuk bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

’’Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas menghianati konstitusi negara,” ucap Luthfi. set, ins