Imbas Pelebaran Jalan di Tegalsari, PLN Siap Pindahkan Tiang Listrik

Istimewa
Deretan tiang listrik di tengah Jalan Wiroguno, Desa Dadari, Tegalsari yang menelan korban jiwa.

 

BANYUWANGI (wartadigital.id) – Menyusul insiden kecelakaan lalulintas di Jalan Wiroguno, Desa Dadari, Tegalsari yang menelan korban jiwa, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Perusahaan Listrik Negara (PLN)  Banyuwangi menyatakan siap melakukan pemindahan tiang listrik yang ada di tengah Jalan Wiroguno.

Bacaan Lainnya

“Rencananya, minggu depan tiang listrik yang ada di tengah Jalan Wiroguno akan kami eksekusi, dipindah ke tepi jalan. Untuk sementara ini, sejak kejadian kecelakaan tersebut tiang telah kami cat fosfor yang menyala agar bisa menjadi perhatian pengguna jalan. Ini sembari menunggu tiang dipindah,” kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banyuwangi  Krisantus Setyawan, Minggu (21/2/2021).

Sebelumnya, diketahui terjadi kecelakaan, warga menabrak tiang listrik yang ada di tengah Jalan Wiroguno, Kamis (18/2/2021) malam. Pengendara motor itu bernama Buari (63), warga Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Jember.  Diduga korban tidak paham medan jalan, sehingga tidak mengetahui jika ada tiang listrik di tengah jalan.

Jalan Wiroguno sendiri merupakan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di wilayah Kecamatan Genteng yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di luar pusat kota Banyuwangi.

Sebagai jalur alternatif, jalan tersebut dilebarkan dari yang semula empat meter menjadi delapan meter. Akibatnya, tiang litrik yang awalnya berada di pinggir jalan, karena jalan dilebarkan, posisinya menjadi agak ke tengah jalan.

Krisantus mengaku, seiring dengan pembangunan jalan tersebut, sebenarnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya terkait tiang listrik yang berada di tengah jalan setelah pelebaran jalan Wiroguno. Pihaknya juga sudah bersurat ke Unit Induk untuk diteruskan ke pusat terkait rencana pemindahan konstruksi tiang ke tepi jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan.

“Sebetulnya, PLN juga sudah memberikan tanda marka di sekitar tiang listrik sebagai tanda waspada pada pengguna jalan. Teman-teman Pemkab Banyuwangi juga sudah memasang garis penanda, dan sekarang dipasangi barrier di masing-masing tiang,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, Krisantus mengaku segera melakukan tindakan, yakni memindah tiang ke tepi jalan. Ada tujuh tiang yang masuk ke badan jalan yang akan dipindah ke tepi jalan.  “Saya sudah minta ke staf untuk cek ke lokasi dan segera menggali terlebih dulu lubang untuk penanaman tiang. Jika tidak aral, pekerjaan pemindahan tujuh tiang yang di tengah jalan bisa kami lakukan minggu depan ini,” pungkasnya.

Sementara itu DPRD Kabupaten Banyuwangi ikut menyesalkan insiden ini. “Kalau sampai jatuh korban jiwa begini siapa yang akan bertanggung jawab,” kata Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Ficky Septalinda, merespons permasalahan itu.

Karena membahayakan dan tidak jelas alasan kenapa tiang berdiri di tengah jalan, Ficky berencana memanggil kontraktor dan para pihak terkait jalan dan tiang listrik ke Komisi IV DPRD.

Ia mengaku prihatin dengan proyek jalan yang sudah diserahterimakan ke Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang ternyata masih ada sisa-sisa tiang PLN di tengah jalan.

“Kami menduga perencanaan proyek dipaksakan. Karena tiang listrik itu kewenangan PLN, dan jalan kabupaten kewenangan Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang. Harusnya kedua pihak sudah clear di awal,” ujarnya.

Sedikitnya terdapat 20 tiang listrik di sepanjang Jalan Wiroguno, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari tersebut. Sebanyak 7 tiang diantaranya, berdiri di tengah ruas jalan. “Kecelakaan sampai meninggal dunia itu yang ditabrak tiang listrik ke-6 dari utara,” ungkap Ahmad, warga setempat.  pra