Bocah 11 Tahun di Malaysia Meninggal akibat Terpapar Gelombang Panas, Organ Rusak Darah Mengering

Istimewa
Muhamad Syamil Aqil (depan kanan) bersama keluarganya. Sebelum meninggal, dia sempat bersepeda. 

 

KUALA LUMPUR (wartadigital.id) – Seorang bocah lelaki berusia 11 tahun dari Kampung Perupok di Bachok Kelantan, Malaysia meninggal dunia akibat sengatan panas  Selasa lalu, kasus pertama yang dilaporkan terjadi di negeri itu.

Bacaan Lainnya

Muhamad Syamil Aqil menghembuskan nafas terakhirnya saat dirawat di klinik setempat akibat tersengat hawa panas dan dehidrasi, lapor koran Sinar Harian pada Kamis mengutip keterangan ibunya yang hanya bersedia dikenal dengan sebutan Wanie.

“Dokter yang merawatnya mengatakan ginjal dan jantungnya terbakar. Di dalam (tubuhnya) kosong, cairan dan darah di tubuhnya sudah mengering,” kata Wanie seperti dilansir Malay Mail, Jumat (28/4/2023).

Hasil autopsi yang dilakukan di RS Raja Perempuan Zainab II mengonfirmasi bahwa kematian anak lelaki itu memang disebabkan heat stroke (sengatan panas).

Wanie ingat puteranya aktif bersepeda pada Idul Fitri hari pertama dan kedua pekan lalu, tetapi jatuh sakit di hari ketiga lebaran dengan keluhan demam dan diare.

“Saya mengukur suhu tubuhnya setiap jam sekali, tetapi tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 37 sampai 38 derajat. Pada Hari Raya keempat, setelah subuh dia terlihat lemas. Saya kemudian mengatakan kepada suami untuk membawanya ke klinik, tetapi dia tiba-tiba mengalami kram,” papar Wanie seperti dikutip Sinar Harian. hid, ins