Fadjroel Rachman Maunya Klarifikasi Pernyataan Jokowi tentang Bipang Ambawang, Malah Kedodoran

Tangkapan layar tulisan Fadjroel Rachman di akun Twitter miliknya.

JAKARTA (wartadigital.id)  – Ajakan Presiden Jokowi untuk memesan kuliner daerah masing-masing secara online saat merayakan Lebaran, salah satunya Bipang Ambawang mendapat sorotan masyarakat dan membuat heboh jagat maya.  Sebagai Juru Bicara Presiden RI,  Fadjroel Rachman mencoba menetralisir keadaan.

Untuk diketahui Bipang adalah singkatan dari babi panggang. Disebut Bipang Ambawang karena kuliner ini konon sangat populer di Ambawang, sebuah kecamatan di Provinsi Kalimantan Selatan. Sampai kini belum diketahui pasti bagaimana ceritanya sehingga Jokowi menganjurkan umat Muslim yang merayakan Lebaran untuk memesan kuliner babi panggang.

Bacaan Lainnya

Fadjroel Rachman, dalam twitnya tak lama setelah persoalan babi panggang ini menyedot perhatian masyarakat, berusaha menetralisir. Menurutnya, bipang yang dimaksud Jokowi bukan babi panggang, melainkan jipang.

Untuk memperkuat pernyataannya, melalui akun Twitter miliknya, @fadjroeL, ia mengunggah foto kuliner jipang yang terbawa dari beras. Di bungkus kertas jipang itu tertulis “Bipang Jangkar” di bagian atas dan tulisan “Kweek Ik Sam Pasuruan” di bagian bawah.

Gambaran jangkar dalam ukuran mencolok berada di tengah-tengah.   “Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras ini memang makanan hit sampai sekarang ya. Nuhun,” tulis @fadjroeL.

Apakah memang bipang ini yang dimaksudkan Jokowi? Rasanya tidak. Bipang atau jipang yang dimaksud Fadjroel ini adalah kuliner khas dari Pasuruan, Madura. Bukan dari Ambawang, Kalimantan Selatan, seperti yang jelas-jelas dikatakan Jokowi.

Namun netizen menyebut kalau pernyataan jubir Presiden itu hanya ngeles, pasalnya masyarakat juga tidak bodoh karena salah mendengar apa yang disampaikan presiden. “Jubir Presiden Fadjroel Rachman NGELES Bipang Yang Dimaksud Jokowi Bukan Babi Panggang Tapi Kue Jipang dari Beras, Dikira Masyarakat Bodoh?,” sebut akun Twitter @maspiyuaja.

Dalam laman BipangJangkar.com disebutkan bahwa Bipang Jangkar Pasuruan sudah dikenal masyarakat sejak  1946. Kata bipang berasal dari dua kata dalam bahasa Mandarin, yaitu “bi” yang berarti beras, dan “pang” yang berarti manisan. Pabrik Bipang Jangkar Pasuruan yang dikelola turun temurun ini berada di Jalan Lombok No. 36, Trajeng, Panggungrejong, Pasuruan. set, rmo