
SURABAYA (wartadigital.id) – Asosiasi Profesi Dosen Vokasi Indonesia (APDOVI) menggelar Rakernas perdana 2021 yang diselenggarakan secara daring dengan tema “Membangun Profil Dosen Vokasi untuk Penguatan Vokasi Indonesia”, Sabtu (19/6/2021).
Rakernas kali ini menghadirkan narasumber yang kompeten dari unsur pemerintah sebagai penentu kebijakan dan dari unsur BUMN serta para praktisi dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Rakernas dihadiri oleh unsur pengawas, pengurus, dan para anggota yang tersebar di sembilan kompartemen.
Sebagai keynote speaker Rakernas tersebut adalah Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI Wikan Sakarinto ST, MSc, PhD.
Dalam paparannya, Wikan menyampaikan apresiasi atas keberadaan APDOVI dan terselenggaranya Rakernas pertama ini. Dia menekankan adanya link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan DUDI harus diimplementasikan secara nyata, lebih luas, kreatif, dan inovatif agar para peserta didik memiliki kemampuan soft skills yang kuat (soft competences, leadership dan pengembangan karakter), mindset yang terbuka, dan memiliki karakter pembelajar mandiri sepanjang hayat.
“Inilah pentingnya mempersiapkan profil dosen vokasi yang siap membangun bangsa, membangun pendidikan vokasi hari ini dan masa depan serta mampu menciptakan alternatif dan mampu berkolaborasi dengan stakeholders, masyarakat DUDI, kewirausahaan/UMKM, dan Pemda,” katanya.
Namun kata Wikan harus tetap dipastikan ketersediaan aspek peralatan laboratorium dan fasilitas lain sesuai perkembangan Iptek sehingga technical skills dan hards skills dapat berkembang secara kondusif. Dijelaskan Wikan, adanya link and match secara komprehensif dan integratif dengan konsep “Strat from the End” antara pendidikan vokasi dan DUDI membuat pendidikan vokasi saat ini secara nyata memiliki peran strategis untuk mewujudkan SDM unggul dan berkualitas.
Lebih lanjut Wikan mengatakan bahwa konsep Strat from the End ini memberikan kesempatan bagi DUDI untuk memberikan penetrasi bagi dunia pendidikan dalam menciptakan driving aspect dalam materi kurikulum dan pembelajaran sehingga sejak awal pembelajaran sudah didrive secara positif oleh DUDI. Ini artinya dunia pendidikan tidak berjalan sendiri.
Di akhir paparan Wikan juga mengharapkan walaupun dunia termasuk Indonesia saat ini mengalami pandemi Covid-19, kita tidak boleh kalah. “Kita tetap optimistis, kita harus tetap survive, tetap menciptakan inovasi di bidang pendidikan agar jangan sampai terjadi learning loss bagi generasi saat ini,” katanya.
Untuk diketahui APDOVI merupakan sebuah organisasi/perkumpulan dosen yang beranggotakan individu dosen vokasi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi vokasi, baik negeri maupun swasta. Organisasi ini didirikan pada 17 Juni 2020 yang dihadiri para pendiri dan dideklarasikan pada 19 Juni 2020 serta tercatat secara resmi di Kemenkumham dengan Akte Pendirian Nomor: AHU-0000445.01.07. TAHUN 2021.
Ketua APDOVI adalah Prof Dr Ir Sigit Pranowo Hadiwardoyo DEA dari Universitas Indonesia dan Wakil Ketua adalah Prof Dr Retna Apsari MSi dari Universitas Airlangga.
Organisasi ini sebagai wadah bagi dosen-dosen vokasi untuk mengasah, mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi dalam rangka mempersiapkan peserta didik sebagai SDM unggul yang kreatif dan inovatif dalam berkolaborasi dan bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri.
Salah satu amanat AD/ART APDOVI adalah Badan Pengurus melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahunan untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya dan merencanakan program kerja yang akan datang. yan