
JAKARTA (wartadigital.id) – Belum reda polemik gelar doktor kilat yang diraih Bahlil Lahadalia, kini publik mulai menguliti jejak pendidikan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Di laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata kunci “Bahlil Lahadalia” hanya tercatat sebagai mahasiswa program doktoral di UI sejak 13 Februari 2023.
Penelusuran Sabtu, 19 Oktober 2024, tidak ada riwayat pendidikan S1 maupun S2 dengan pencarian nama Bahlil Lahadalia.
Dihimpun dari berbagai sumber, Bahlil lulus sarjana S1 dari Sekolah Tinggi Ekonomi Port Numbay Jayapura. Ia kemudian mendapat gelar Magister dari Universitas Cendrawasih, Jayapura.
Sementara di laman PDDikti, ada mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Cenderawasih namun dengan nama “Bahlil La Hadala”. Tercatat, daftar yang mirip dengan nama Menteri ESDM ini masuk 1 September 2007 namun status terakhirnya “mengajukan pengunduran diri 2010/2011-Genap” alias tidak lulus.
Kabar Bahlil meraih gelar doktor dari SKSG UI mengundang reaksi dari warganet di medsos X. Muncul kecurigaan perjokian dan penjiplakan (plagiasi).
Akun X @IbrahimNiar misalnya, mengecek plagiasi disertasi Bahlil menggunakan aplikasi Turnitin, perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mendeteksi plagiarisme dalam karya tulis. Hasilnya, semakin menguatkan dugaan disertasi Bahlil berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”, menjiplak karya orang lain.
Ditunjukkan dengan similirity index mencapai 95 persen dengan karya yang ditulis mahasiwa asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Mungkin teman-teman yang dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa bantu ngecek di perpustakaan. Adakah judul penelitian yang mirip-mirip?? Btw ini turnitin udah filter exclude quote + biblio turn on ya,” tulis X @IbrahimNiar.
Sementara itu, ada netizen yang menelusuri dan menemukan karya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang diduga dijiplak disertasi Bahlil.
Karya mahasiswa itu berjudul ‘Pengelolaan Nikel oleh Perusahaan Pertambangan di Indonesia.’ Karya itu dibuat mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Warganet lain juga melakukan pengecekan. Termasuk, Hisbulloh Huda lewat akun @hisalbashri, ikut mengecek dan hasilnya sama. “Saya coba convert dari pdf ke word dulu, lalu saya coba cek lewat akses turnitin temen-exclude quotes & bibliography ON-hasilnya demikian. Barangkali ada yang punya akses turnitin juga, coba bantu cek-in juga untuk cross-check,” sambungnya.
Berdasarkan hasil pengecekan itu diketahui, bahwa disertai Bahlil sama dengan skripsi milik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bernama Pingki Pratiwi berjudul “Environmen Social Governance dalam Implementasi Pengelolaan Nikel oleh Perusahaan Pertambangan di Indonesia.”
Skripsi itu ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana hukum. Selain Bahlil, kasus ini bikin malu UI. rmo, ini