Netanyahu Warning Penguasa Baru Suriah Jika Dukung Iran

Reuters
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu

TEL AVIV (wartadigital.id) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan para penguasa baru di Suriah agar tidak mengikuti jejak bekas Presiden Bashar Al Assad dan membiarkan Iran membangun kembali kekuatannya di negara itu.

“Jika rezim ini mengizinkan Iran membangun kembali dirinya di Suriah, atau mengizinkan transfer senjata Iran atau senjata lainnya ke Hizbullah, atau jika menyerang kami maka kami akan menanggapi dengan tegas, dan kami akan menuntut harga yang mahal,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video dari Tel Aviv, dikutip dari Aljazeera, Selasa (10/12/2024).

Bacaan Lainnya

“Apa yang terjadi pada rezim sebelumnya akan terjadi pada rezim ini,” lanjut Netanyahu. Militer Israel mengatakan bahwa mereka melakukan sekitar 480 serangan selama 48 jam terakhir terhadap target militer strategis di Suriah, beberapa hari setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad.

“Dalam 48 jam terakhir, [tentara Israel] menyerang sebagian besar gudang senjata strategis di Suriah, mencegahnya jatuh ke tangan elemen teroris,” kata militer dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa targetnya termasuk 15 kapal angkatan laut, baterai antipesawat, dan lokasi produksi senjata di beberapa kota.

Sementara itu Uni Emirat Arab “mengutuk keras” perampasan zona penyangga oleh Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, kata Kementerian Luar Negeri UEA dan menegaskan kembali komitmen UEA terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial negara Suriah.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (10/12), kementerian tersebut mengatakan bahwa pendudukan wilayah tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional, khususnya perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani oleh Israel dan Suriah pada tahun 1974.

“Lebih jauh, UEA menggarisbawahi penolakan tegasnya terhadap praktik-praktik semacam itu yang mengancam eskalasi lebih lanjut, memperburuk ketegangan di kawasan tersebut, dan menghambat upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas,” katanya.

Pasukan Israel merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan yang diduduki pada Minggu (8/12/2024). Israel mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun telah runtuh dan bahwa tentara Suriah telah meninggalkan posisi mereka setelah jatuhnya Presiden Suriah yang digulingkan Bashar al-Assad.

Pemerintahan Transisi Suriah Resmi Dibentuk

Sementara itu pemerintahan baru Suriah dijadwalkan untuk memilih Mohammed al-Bashir sebagai Perdana Menteri pemerintahan transisi. Al Jazeera melaporkan Al-Bashir diharapkan akan ditugaskan untuk membentuk pemerintahan baru untuk mengelola fase transisi.

Sementara itu, kelompok militer HTS mengisyaratkan keinginannya untuk mengambil alih pemerintahan transisi segera tetapi belum mengumumkan tanggal tertentu. “Pasukan kami akan segera menyelesaikan kendali atas ibukota dan menjaga properti publik, dan pemerintahan baru akan memulai pekerjaannya segera setelah pembentukannya,” kata pusat operasi militer pasukan oposisi dalam sebuah pernyataan singkat di saluran Telegramnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Mohammed Ghazi al-Jalali, yang tetap menjabat untuk mengawasi badan-badan negara hingga mereka diserahkan, mengatakan sebagian besar menteri kabinet masih bekerja dari kantor-kantor di Damaskus. “Kami bekerja agar masa transisi berjalan cepat dan lancar,” katanya kepada Sky News Arabia TV.

Al-Jalali mengatakan situasi keamanan telah membaik dari hari sebelumnya. Pada Minggu, Al-Jalali mengatakan pemerintah siap menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin mana pun yang dipilih oleh rakyat. “Saya tidak akan mengundurkan diri dan saya tidak bermaksud mengundurkan diri. Saya berharap dapat menjamin kelangsungan otoritas publik, lembaga, dan aparatur negara secara damai, serta menjamin keselamatan dan keamanan bagi semua warga negara,” katanya dalam sebuah pernyataan video. ini, ins