
JAKARTA (wartadigital.id) – Pemerintah melakukan pengalihan saham seri B pada empat bank BUMN dengan skema inbreng ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI dalam rangka pendirian holding operasional Danantara.
Adapun, bank-bank milik negara tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Mereka menjadi empat dari total 10 BUMN yang saham seri B-nya dialihkan untuk pendirian holding Operasional Danantara. Enam perusahaan lain yang sahamnya juga dialihkan adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Ada juga saham emiten BUMN Karya seperti PT PP Tbk (PTPP) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
Melansir keterbukaan informasi pada laman Bursa Efek Indonesia, BBRI melaporkan telah terjadi pengalihan kepemilikan 80.610.976.875 Saham Seri B atau 53,19 % dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh Perseroan melalui mekanisme inbreng yang dilaksanakan Negara RI kepada BKI. “Pengalihan tidak mengubah status Perseroan yang tetap sebagai Badan Usaha Milik Negara,” demikian kutipan laporan Manajemen BBRI, Senin (24/3/2025).
Sementara itu, dalam pengumuman terpisah BBNI melaporkan telah terjadi pengalihan kepemilikan 22.378.387.749 Saham Seri B dan C atau setara dengan 60% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan melalui mekanisme inbreng yang dilaksanakan Negara RI kepada BKI.
Selanjutnya, Bank Mandiri melakukan pengalihan kepemilikan 48.533.333.333 Saham Seri B perseroan atau setara 52% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh Perseroan melalui mekanisme inbreng yang dilaksanakan Negara Republik Indonesia kepada BKI.
Sementara itu, kepemilikan saham pemerintah RI di masing-masing BUMN tersebut yaitu saham seri A tetap tidak berubah. Dengan demikian, pengalihan saham ini disebut tidak mengubah pengendalian pemerintah RI di masing-masing BUMN.
Namun, kini kepemilikan langsung pemerintah RI di emiten BUMN tadi menjadi kepemilikan tidak langsung melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia yang bertindak sebagai holding operasional BPI danantara.
BKI merupakan Perusahaan Induk Operasional (Holding Operasional) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara RI melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Sebagaimana diketahui, Danantara merupakan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia yang menjadi super holding bagi BUMN dengan total aset yang dikelola mencapai 900 miliar dolar AS.
IHSG Memerah
Saat pemerintah mulai mengalihkan kepemilikan sahamnya di emiten BUMN ke holding operasional BPI Danantara yaitu BKI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung memerah.
Berdasarkan data Bloomberg, IHSG tertekan turun 2,81% menjadi 6.082 pada pukul 11.24 WIB, Senin (24/3/2025). Indeks dibuka pada level 6.242 dan sempat amblas ke bawah level 6.000 ke level terendahnya 5.967 pada perdagangan sesi I pagi. Sebanyak 88 saham menguat, 554 saham melemah, dan 145 saham diperdagangkan stagnan.
Analis Maybank Securities Kok Hoong Wong mengatakan investor secara umum merasakan ketidakpastian melihat arah kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “[Pengalihan saham pemerintah di emiten BUMN ke Danantara] tampaknya membuat investor tidak tenang. Ditambah lagi, pengumuman dari pemerintah untuk pengurus manajemen [Danantara] hari ini, menambah ketidakpastian di pasar,” kata Wong, dikutip Bloomberg kemarin. bis, set





