
LUMAJANG (wartadigital.id) – Dalam balutan kesederhanaan dan tekad yang luar biasa, sosok Satumi (95), warga Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di usia senja, ia berhasil mewujudkan impian mulianya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, bukan karena warisan atau bantuan, melainkan dari hasil jerih payahnya sendiri selama bertahun-tahun.
Perjalanan spiritual Satumi mendapat perhatian istimewa dari Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), yang secara khusus mengunjungi rumahnya, Minggu (4/5/2025), untuk memberikan doa restu dan apresiasi secara langsung.
“Ini bukan sekadar kisah keberangkatan haji, tetapi cermin dari kekuatan doa, tekad, dan kerja keras yang terus menyala bahkan di usia hampir satu abad,” ujar Bunda Indah dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran kepala daerah di rumah Satumi menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam penghargaan atas nilai-nilai kemanusiaan yang luar biasa. Bunda Indah menyebut Satumi sebagai warga teladan yang mengajarkan generasi muda arti dari menabung harapan, menjaga niat, dan tidak menyerah pada keterbatasan.
Satumi, Sosok Sabar dan Konsisten
Dalam pernyataannya, Satumi mengungkapkan bahwa tabungan untuk berangkat haji ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari berbagai usaha yang dilakukannya sejak masih aktif bekerja.
“Saya hanya ingin naik haji sebelum mati. Alhamdulillah Allah kabulkan doa saya,” tuturnya haru.
Meski usia renta seringkali menjadi alasan untuk berhenti berjuang, tidak demikian dengan Satumi. Semangatnya justru menjadi nyala harapan bagi banyak orang yang mungkin masih menunda niat baik karena keterbatasan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, cerita Satumi bukan sekadar narasi inspiratif, tetapi juga menjadi cermin dari kebijakan inklusif dan keberpihakan pada nilai-nilai sosial. Mas Yudha menegaskan bahwa perjuangan Satumi adalah lembaran nyata dari pendidikan karakter kehidupan yang patut diteladani oleh siapa pun.
“Kita belajar bahwa mimpi bisa dicapai kapan pun, asal kita sabar dan konsisten. Kami doakan Ibu Satumi diberikan kelancaran dan kekuatan selama di Tanah Suci,” imbuhnya.
Keberangkatan Satumi, calon jemaah haji tertua dari Lumajang tahun 2025, tidak hanya menjadi catatan dalam daftar jemaah, melainkan menjadi pengingat bahwa kekuatan iman dan ketekunan adalah warisan yang tak ternilai. uja, kim





