385 KK Terdampak Banjir, Tim Gabungan BPBD Trenggalek Tangani Mitigasi dan Evakuasi

Istimewa
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono (tengah) memimpin proses penanggulangan dan mitigasi bencana banjir di Ngares, Trenggalek, Sabtu (17/5/2025).

TRENGGALEK (wartadigital.id)  – Tim gabungan BPBD Kabupaten Trenggalek  bersama jajaran TNI/Polri dan relawan terus menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten itu dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono menyebutkan tiga wilayah terdampak banjir, yakni Kelurahan Tamanan, Kelurahan Kelutan, dan Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek. “Total ada 385 kepala keluarga terdampak banjir, paling banyak di Kelurahan Tamanan sebanyak 359 KK. Di wilayah ini, ketinggian air mencapai 50 centimeter,” ujarnya, Minggu (18/5/2025).

Bacaan Lainnya

Selain Kelurahan Tamanan, banjir juga melanda Desa Ngares yang dipicu jebolnya dua tanggul Sungai Temon. Air meluap ke permukiman dan sempat memaksa warga mengungsi sementara. Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Pule dan Desa Sumberdadi.

Satu rumah milik warga di Pule rusak di bagian dapur akibat tertimpa material longsor. Pohon tumbang juga terjadi di sejumlah titik, seperti Desa Pandean, ruas jalan Suruh-Pule, serta Desa Ngares.

Evakuasi Warga

Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 28 warga Desa Ngares, Kabupaten Trenggalek yang terjebak banjir bandang akibat luapan Sungai Ngasinan pada Minggu dini hari.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit Purnomo Hadi mengatakan, proses evakuasi berlangsung mulai Sabtu (17/5/2025) malam hingga Minggu (18/5/2025) pukul 00.30 WIB, menyusul jebolnya tanggul sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang.

“Sebagian warga dievakuasi ke rumah tetangga yang lebih aman, sebagian lain ke balai desa. Satu warga dievakuasi dalam kondisi menderita stroke,” ujarnya.

Evakuasi sempat terkendala derasnya arus dan minimnya pencahayaan. Koordinator Pos SAR Trenggalek Nanang Pujo mengatakan tim menggunakan tali pandu untuk melintasi jalur terendam air.

Banjir menyebabkan tujuh rumah warga terisolasi, dengan total 11 kepala keluarga terdampak. Pasca banjir, tim SAR melakukan pengecekan pintu air dan pemantauan titik rawan banjir di sekitar lokasi. “Debit air sudah turun signifikan, dan wilayah terdampak saat ini dinyatakan aman,” kata Nanang.

Meskipun demikian, petugas tetap bersiaga dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. ara, rin

Pos terkait