
KOTA BATU (wartadigital.id) – Kemajuan suatu capaian adalah sebuah prestasi yang tentu membanggakan. Demikian pula di bidang olahraga, seperti di cabang olahraga beladiri karate pun ada nilainya tersendiri.
Berkaitan dengan itu, Porbikawa (Persatuan Olahraga Beladiri Ishikawa Karatedo Indonesia), perguruan karate yang didirikan di Surabaya, Jawa Timur, Tahun 1949, menggelar penyematan kenaikan tingkat atau sabuk, 29-31 Mei 2025 di Kota Batu.
Sedangkan rangkaian acara tingkat Jawa Timur di kawasan Penginapan Arjuno, Punten, Kota Batu antara lain pada Jumat (30/5/2025) mulai pukul 18.30 malam keakraban antara orangtua dan anak. Anak-anak memakai kaos perguruan masing-masing dojo dan training atau jaket. Dilanjutkan malam keakraban makan bersama di tutup dengan bakar-bakaran seperti jagung, sosis dan ada game.
“Untuk acara Sabtu (31/5/2025) dimulai pukul 07.00, anak-anak memakai seragam lengkap yang biasanya untuk latihan, termasuk lengkap dengan badge, memakai sepatu dan diperkirakan selesai pukul 12.00 WIB,” kata Ajeng NY, salah satu orangtua peserta atas nama Kenzo.
Berikutnya, lanjut Ajeng yang asal Surabaya itu, pada Sabtu pukul 18.00 WIB akan mulai lagi dengan materi teori pelatihan, perwasitan, games dan lain-lain. “Ya itulah antara lain rangkaian acaranya, dan Minggu pagi sudah bisa pulang,” lanjutnya.

Salah satu siswa atau peserta yakni Kenzo, mengaku senang dan bangga bisa silaturahim dan berkumpul dengan sesama karateka se-Jawa Timur. “Ya tentunya suka bertemu dan bersama rekan-rekan sesama karateka,” kata pelajar SD itu.
Lantaran banyak karateka yang seusia dengan Kenzo maka mau tidak mau orangtua atau kerabat pun ikut membimbing di acara tersebut. Apalagi harus menginap di sebuah penginapan yang tentu perlu pendampingan.
Kawasan Penginapan Arjuno di Desa Punten tampak penuh dengan kendaraan dari berbagai daerah, seperti dari Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, atau dari kawasan Malang Raya dan sekitarnya.
Perguruan Porbikawa dikenal memiliki teknik yang unik dan beragam, termasuk teknik prestasi yang fokus pada keterampilan karate tradisional dan teknik kultur atau pertarungan bebas yang melibatkan unsur-unsur beladiri lainnya, seperti jiujitsu, gulat, tinju, dan pencak silat Chinese (kun tao).
Seperti diketahui Porbikawa didirikan di Surabaya pada Tahun 1949, setelah kemerdekaan Indonesia. Awalnya dikenal sebagai Ishikawa Karate Club, yang merupakan aliran karate dari Jepang yang dibawa oleh tentara Jepang.
Kemudian pada Tahun 1970, nama perguruan ini diubah menjadi Porbikawa (Persatuan Olahraga Beladiri Ishikawa Karatedo Indonesia).
Porbikawa dianggap sebagai salah satu perguruan karate yang dinamis dan memiliki potensi besar untuk masa depan karena tekniknya yang beragam dan fleksibel.
Kecuali itu perguruan ini juga dikenal sebagai perguruan karate tertua di Indonesia, dan telah bergabung dengan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). edt





