
SURABAYA (wartadigital.id) — Menyambut HUT ke -80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Wyndham Surabaya City Centre berkolaborasi dengan Adhicipta Art Community menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk “Ruang Estetika – Merdeka dalam Rupa”. Acara ini sebagai wujud apresiasi dan semangat berekspresi dalam menjaga kehidupan berbangsa melalui seni.
Pameran ini menampilkan lebih dari 20 lukisan pilihan dan setiap karya merupakan bentuk penghormatan dengan menggambarkan perjalanan panjang Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Salah satu lukisan bernama Benang Kemerdekaan yang menggambarkan seorang wanita sedang menjahit bendera merah putih sebagai simbol peran perempuan Indonesia dalam menguatkan bangsa.
Perwakilan pemerintah, pecinta seni dari berbagai daerah, hingga sejumlah organisasi termasuk IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia) Jatim datang untuk menikmati keindahan autentik dan berinteraksi langsung dengan para pelukis profesional yang memberikan makna filosofis dari setiap karya. Tamu hotel juga dapat melihat keindahan koleksi lukisan yang dipajang di lobi Wyndham Surabaya.
“Saya bangga atas terselenggaranya acara ini sebagai bentuk semangat persatuan Indonesia, serta sejalan dengan program Jatim Harmoni yang kami canangkan,” ujar Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak saat membuka acara, Kamis (7/8/2025) sore.

Emil juga berterima kasih kepada Wyndham Surabaya yang telah mendukung kegiatan ini dan menjadi tempat berkumpulnya para pecinta seni.
Hotel Manager Wyndham Surabaya Rachmat Zulkarnain mengatakan pameran ini adalah wadah untuk memberikan ruang apresiasi bagi para seniman, sekaligus meningkatkan arti perjuangan kemerdekaan melewati lukisan yang dipamerkan. “inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya turut mendukung aktif seni dan budaya lokal,” katanya.
Pameran ini menegaskan komitmen Wyndham Surabaya dalam menjaga budaya dan sejarah Indonesia dengan mendekatkan seni melalui cara yang menarik kepada masyarakat luas, sekaligus memeriahkan momen spesial Hari Kemerdekaan.
Sementara itu Ketua Adhicipta Art Community, Q Sakti Laksono menjelaskan Adhicipta Art Community merupakan teras seni dan jendela budaya, adalah rumah bagi siapa saja yang mencintai seni dan budaya. Meski anggotanya berasal dari beraneka ragam latar belakang pekerjaan maupun usia, namun semua berkumpul dipersatukan oleh kecintaan pada kesenian.
“Banyak di antara kami yang berprofesi sebagai pegiat seni, namun sebagian lainnya sangat beragam. Ada yang seorang dokter hewan, penyair, sastrawan, arsitek, perbankan dan lainnya. Kami di sini memiliki minat yang sama, yaitu berkontribusi menghadirkan keindahan di bumi Indonesa melalui media berkesenian. Karena itu kami konsisten untuk terus rutin mengadakan kegiatan berkesenian bersama,” katanya.

Sebanyak 21 pelukis yang tergabung dalam Adhicipta Art Communiny menggelar pameran lukisan yang akan berlangsung mulai 7 Agustus hingga 30 September 2025. Di antaranya Nunung Harso, Dyah Katarina, Asri Nugroho, Nuniek Silalahi, Lian M Margareta. Pembukaan kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Zamawi Imron dan kata sambutan pengantar oleh seniman Heti Palestina Yunani. nti

