
SURABAYA (wartadigital.id) – Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama memberikan bantuan kepada keluarga korban yang terdampak musibah di sejumlah pesantren di Jawa Timur. Santunan ini diberikan saat Sholawat Kebangsaan di Masjid Al Akbar Surabaya.
Acara ini mengusung tema “Mensyukuri Rahmat, Merawat Kerukunan Umat, dan Menebar Kebaikan Zakat dan Wakaf”. Sejumlah keluarga santri yang mendapat santunan antara lain dari Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, PP Syeh Abd. Qodir Jaelani Situbondo, PP Dalwa Pasuruan, dan Pondok Pesantren Modern Jabal Qur’an Bangkalan.
Abu Rokhmad mengungkapkan, Kemenag, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, bersama berbagai mitra telah menggalang dana bantuan mencapai Rp1,3 miliar. Pada malam tersebut, disalurkan secara simbolis Rp295 juta, termasuk santunan untuk 10 keluarga korban meninggal, masing-masing senilai Rp10 juta.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian negara dan masyarakat. Pesantren adalah benteng ilmu dan agama, sehingga ketika terjadi musibah, kita semua berkewajiban hadir untuk meringankan beban para korban,” katanya di Surabaya, Jumat (28/11/2025).
Sholawat Kebangsaan menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Dirjen Bimas Islam menilai bahwa acara ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ia berharap momentum ini memperkuat kesadaran publik bahwa pembangunan umat tidak hanya bertumpu pada ibadah ritual, tetapi juga pada kepedulian sosial yang berkesinambungan.
“Sholawat yang kita lantunkan malam ini bukan hanya zikir bersama, tetapi energi kebersamaan. Di dalamnya ada simpati, kepedulian, dan komitmen untuk saling membantu,” ungkapnya.
“Semoga dari Surabaya, semangat kerukunan dan kedermawanan ini menyebar ke seluruh Indonesia. Kita jaga persatuan, kita kuatkan solidaritas, dan kita tebarkan kebaikan untuk semua,” tutur Abu. kmg, sba




