
SURABAYA (wartadigital.id) —Sebanyak 28 mahasiswa dan 9 staf akademik dari tiga universitas di Malaysia, yakni Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) mengikuti kegiatan Student Mobility Program and Industrial Visit of Advanced Technology (SMARTA) 2026 pada 7-8 April 2026 yang dihelat Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis FTMM UNAIR menuju internasionalisasi dengan memperkuat kolaborasi lintas negara di bidang teknologi dan pendidikan tinggi. Bukti kolaborasi juga tergambar dari penandatanganan kontrak Adjunct Professor dengan Prof Dr Rosmina Jaafar dan Implementation Agreement dengan Dr Asma’ Abu Samah.
Wakil Dekan III FTMM UNAIR Prastika Krisma Jiwanti PhD berkesempatan membuka kegiatan ini, Selasa (7/4/2026). Dalam sambutannya, Prastika menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan teknologi masa depan. “SMARTA 2026 menjadi langkah nyata kami dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing institusi di kancah global,” ujarnya.

Dijelaskan Prastika, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan kolaborasi internasional, kegiatan ini memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendorong inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan global.
Ketua Panitia SMARTA 2026 Muhammad Aldo Setiawan SSi, MSc (Eng) menjelaskan SMARTA terdiri dari berbagai kegiatan, antara lain academic lecture, lab tour, dan kunjungan industri. “Kami akan melakukan kunjungan industri di Pasuruan Rabu besok. Yakni kunjungan industri ke PT Yamaha Musical Products Indonesia dan PT Amerta Indah Otsuka. Melalui kunjungan ini, peserta mengamati secara langsung proses produksi, sistem operasional, serta penerapan teknologi di dunia industri,” kata dosen FTMM UNAIR ini.
Melalui SMARTA 2026, kata dia, FTMM UNAIR terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.

Sementara itu suasana academic lecture berlangsung dinamis melalui sesi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Muhammad Aldo Setiawan mengajak peserta memahami konsep sensor melalui pendekatan praktis dalam sesi “Sense the World: Sensor Mini Lecture & Challenge”.
Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi yang dibawakan oleh Yoga Uta Nugraha melalui materi “Solar Electric Vehicles: Technology, Challenges, and Future Prospects”. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik merakit mini solar car serta berpartisipasi dalam game interaktif, sehingga memperkuat pemahaman konsep melalui pengalaman langsung. Setelah itu, peserta mengikuti lab tour untuk mengenal fasilitas dan aktivitas riset di FTMM.

Salah satu peserta dari Malaysia, Guan Bo Wen mengaku ini kali pertama mengikuti SMARTA. “Saya senang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Saya bisa berkenalan, berinteraksi dengan mahasiswa lintas negara,” kata Guan Bo Wen yang berasal dari China ini.
Kesan terhadap FTMM Unair, Guan Bo Wen menilai kampus Unair cukup maju, fasilitasnya tak kalah dengan kampus luar negeri. Selain itu memiliki jurusan teknik dengan program-program studi yang diminati pasar. nti





