
PONOROGO (wartadigital.id) – Pendidikan agama di Ponorogo selalu selangkah lebih maju. Ada peran Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an yang menaungi play group, taman kanak-kanak, dan madrasah ibtidaiyah (MI) dengan kurikulum fokus pada tahfiz (hafalan) Al-Qur’an, fiqih, hadis, serta adab harian.
Sebagai lembaga pembinaan pendidikan dasar (LPPD) yang resmi berdiri sejak 2004 lalu, PAS Baitul Qur’an mengerahkan sekitar 6.000 santri binaannya berkumpul di Alun-Alun Ponorogo, Selasa (5/5/2026). Mereka mengusung tema “Warna Ukhuwah” dalam bingkai aktivitas senam massal.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita tampak antusias saat mengikuti senam bersama ribuan santri cilik itu. Bunda Lis–sapaan Lisdyarita–mengaku bahagia berada di tengah-tengah generasi Qurani karena mendapatkan pendidikan karakter dan akhlak sejak dini.
“Tema Warna Ukhuwah untuk menyamakan persepsi dalam bergandeng tangan menyiapkan generasi Ponorogo yang jauh lebih baik,” katanya.
Bunda Lis mengapresiasi ikhtiar PAS Baitul Qur’an dalam menanamkan nilai-nilai ke-Islam-an sejak usia dini agar anak menjadi sholeh dan sholehah. Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu juga menyemangati para ustaz dan ustazah yang penuh kesabaran membimbing para santri.
“Untuk anak-anakku, semangat belajar dan patuh kepada ustaz dan ustazah agar meraih kesuksesan,” kata dia.

Sementara itu, Riza Ashari, perwakilan PAS Baitul Qur’an, menegaskan, lembaganya berlandaskan pendidikan Islam yang fokus pada pembinaan usia dini dan dasar dengan menyeimbangkan antara rohani dan jasmani.
PAS Baitul Qur’an didirikan oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, pada 2004 lalu.
Menurut Riza Ashari, PAS Baitul Qur’an kini menaungi puluhan lembaga binaan yang menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia. “Kami menerapkan pembelajaran dengan pendekatan yang menyenangkan sesuai usia dan pembiasaan ibadah sehari-hari,” ungkapnya. ono

