Puskesmas Bantaran-Probolinggo Lakukan Pendampingan Rujukan Gratis bagi Bumil Risti

Puskesmas Bantaran melakukan pendampingan rujukan bumil risti ke RSUD Dr Saiful Anwar Malang

PROBOLINGGO (wartadigital.id) – UPT Puskesmas Bantaran terus memperkuat upaya penyelamatan ibu dan bayi melalui layanan pendampingan rujukan gratis bagi ibu hamil risiko tinggi (bumil risti).

Program tersebut dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat, aman dan tepat di rumah sakit rujukan.

Bacaan Lainnya

Kepala UPT Puskesmas Bantaran Radityo Utomo mengatakan pelayanan pendampingan diberikan mulai dari pemeriksaan awal, koordinasi dengan rumah sakit tujuan hingga pengantaran pasien menggunakan ambulans puskesmas bersama tenaga bidan pendamping.

Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya untuk pasien persalinan, tetapi juga pemeriksaan lanjutan maupun konsultasi dengan dokter spesialis kandungan di rumah sakit rujukan, termasuk rumah sakit tipe A seperti RSUD dr. Soetomo Surabaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“Keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama. Karena itu pasien bumil risti mendapatkan pendampingan penuh agar proses rujukan berjalan aman, cepat dan tepat,” katanya.

Radit menjelaskan seluruh pelayanan pendampingan dilakukan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan maternal dan neonatal, khususnya bagi ibu hamil dengan komplikasi seperti hipertensi, anemia berat, perdarahan maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.

Puskesmas Bantaran juga melakukan pendampingan rujukan bumil risti ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya

“Pendampingan ibu hamil risti ke rumah sakit rujukan di Probolinggo maupun rumah sakit tipe A seperti di Malang dan Surabaya semuanya gratis menggunakan ambulans puskesmas dan didampingi bidan,” kata dia.

Ia menuturkan keberadaan tenaga kesehatan pendamping sangat penting untuk menghindari kesalahan informasi antara dokter spesialis dengan pasien. Dengan adanya bidan pendamping, seluruh arahan medis dari dokter dapat dipahami dengan baik oleh pasien dan keluarga.

“Kadang kalau pasien berangkat sendiri ada informasi dari dokter yang kurang dipahami. Dengan adanya bidan pendamping, apa yang disampaikan dokter bisa diteruskan dengan baik sehingga pasien lebih paham terkait penanganan selanjutnya,” tuturnya.

Menurut Radit, program pendampingan tersebut juga menjadi salah satu strategi untuk menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) di Kabupaten Probolinggo melalui deteksi dini dan penanganan cepat terhadap kehamilan risiko tinggi.

“Selain pendampingan rujukan, petugas kesehatan juga aktif memberikan edukasi kepada keluarga agar mampu mengenali tanda bahaya kehamilan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” lanjutnya.

Radit mencontohkan saat ini pihaknya tengah mendampingi seorang ibu hamil risiko tinggi yang harus rutin menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo Surabaya karena mengalami perlengketan pada uterus.

“Pasien harus kontrol setiap minggu ke Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan karena ada risiko perdarahan saat persalinan. Kami tetap mengantar menggunakan ambulans bersama bidan secara gratis sampai nanti proses persalinannya,” ungkapnya.

Ia berharap layanan pendampingan tersebut dapat memberikan rasa aman bagi ibu hamil risiko tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo. pbo, oli

Pos terkait